Angka Perceraian Tinggi, BP4 Kota Pontianak Didorong Jadi “Bengkel” Keluarga Harmoni
Pontianak (Suara Kalbar) – Tingginya angka perceraian di Kota Pontianak menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dalam kondisi tersebut, peran Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dinilai sangat krusial sebagai “bengkel” keluarga untuk memperbaiki dan menguatkan ketahanan rumah tangga.
Fakta tersebut disampaikan Ketua BP4 Provinsi Kalimantan Barat, Mi’rad, saat mengukuhkan Pengurus Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pontianak Masa Bakti 2026–2031 di Aula PLHUT Pontianak, Selasa (24/2/2026).
Menurut Mi’rad, BP4 hadir bukan untuk menghakimi pasangan yang bermasalah, melainkan untuk memperbaiki, menasihati, membimbing, membina, dan menguatkan ketahanan keluarga agar tidak terjadi perpisahan.
“Fakta yang kami peroleh, kasus perceraian cukup tinggi di Kota Pontianak, di mana cerai gugat (diajukan istri) lebih tinggi dari cerai talak (oleh suami). Rata-rata dua tahun terakhir mencapai 25 persen kasus perceraian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi pemicu perceraian, di antaranya persoalan ekonomi, lemahnya mental dalam mengarungi rumah tangga, komunikasi yang tidak sehat, serta kurangnya pemahaman dalam berumah tangga. Dampak dari perceraian tersebut, lanjutnya, kerap dirasakan oleh perempuan dan anak.
“Data ini bukan untuk membuka aib, tetapi untuk dicarikan solusi terbaik secara bersama dan menjadi cerminan kebijakan publik. Banyak cerita anak yang berbuat tidak baik akibat broken home, stabilitas sosial terganggu dan berbagai problem lainnya. Maka ke depan kita perlu membuat SOP perkawinan yang lebih baik,” tegas Kabid Urais Kemenag Kalbar tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ruslan, mengapresiasi pengukuhan pengurus BP4 Kota Pontianak.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus BP4 Pontianak untuk mewujudkan kota yang bersahabat, diawali keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Ini bukan pekerjaan kecil, tapi berat, seperti kapal mengarungi lautan dengan banyak gelombang. Maka kami mohon dukungan semua pihak, terutama Pemerintah Kota Pontianak,” ujar Ruslan.
Mewakili Wali Kota Pontianak, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pontianak, Mohammad Yasin, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota terhadap program-program BP4.
“Pemkot Pontianak sangat mendukung dan siap memfasilitasi kebutuhan Kemenag dalam melaksanakan tugasnya menuju masyarakat yang maju dan sejahtera. Ini juga komitmen dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak. Kami mengucapkan selamat atas pengukuhan BP4 Pontianak,” katanya.
Ketua BP4 Kota Pontianak, Yuliansyah, menyatakan komitmennya untuk fokus memperkuat keluarga sakinah melalui program-program solutif.
“Kami akan fokus menjaga keluarga agar tetap sakinah, mengingat angka perceraian yang cukup tinggi sebagaimana disampaikan Ketua BP4 Kalbar. Kami akan membentuk BP4 hingga tingkat kecamatan, membuka layanan konseling bekerja sama dengan APKI dan lembaga lainnya, mengembangkan layanan konseling keluarga yang mudah diakses, serta bersinergi lintas sektoral sebagai mitra strategis dalam menekan angka perceraian,” jelasnya.
Penulis: Fadhil/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






