SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Abrasi di Tanjung Mempawah Mengerikan, Tiap Tahun 20 Meter Pantai Digerus Air Laut

Abrasi di Tanjung Mempawah Mengerikan, Tiap Tahun 20 Meter Pantai Digerus Air Laut

Abrasi menggerus kawasan pantai Kelurahan Tanjung Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Dalam setahun, 20 meter tanah dilahap air laut, Minggu (8/2/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Kawasan pesisir pantai Kelurahan Tanjung Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat kini makin terancam dengan abrasi.

Bahkan boleh dibilang, abrasi di Kelurahan Tanjung makin mengerikan. Berdasarkan kisah warga setempat, dalam setahun lebih dari 20 meter tanah pantai hilang digerus air laut.

Kebun kelapa, persawahan, bahkan zona wisata pantai–dimana dulu terhampar pasir putih, sarana bermain keluarga dan warung-warung UMKM kini tinggal kenangan.

Lurah Tanjung Sy. Hilman Noviardi, menegaskan menyusutnya wilayah pesisir di Tanjung ini disebabkan oleh abrasi. Kondisi ini makin parah karena perubahan iklim dan berkurangnya pelindung alami di garis pantai.

“Saat hutan mangrove belum tumbuh optimal, daratan tak punya pelindung ketika gelombang datang. Air laut pun masuk lebih jauh ke daratan, menyebabkan kerusakan yang lebih parah,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Lurah Novi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dampak dari parahnya abrasi memicu tergerusnya tanah pesisir, meningkatnya risiko banjir rob, hingga menghilangnya wilayah itu sendiri.

“Berdasarkan informasi warga kami, setidaknya lebih dari 20 meter pertahun tanah pantai hilang digerus abrasi. Fakta ini lah yang kita harapkan ada solusi segera dari pemerintah pusat, Pemprov Kalbar maupun Pemkab Mempawah,” ujarnya.

Lurah Novi menyebut, pihaknya juga terus berupaya menggalang partisipasi komunitas, lembaga pencinta lingkungan, sektor swasta, BUMN, karang taruna, masyarakat hingga pelajar untuk bersama-sama melaksanakan aksi nyata demi menyelamatkan kawasan pesisir.

“Saat ini kami masih menunggu realisasi pembangunan kubus beton dari pemerintah. Informasi yang kami terima bahwa tahun ini (kubus beton) akan direalisasikan di Kelurahan Tanjung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung, Iqbal, menyampaikan bahwa abrasi yang terjadi bukan lagi persoalan kecil, melainkan sudah berdampak langsung terhadap kondisi alam dan masyarakat sekitar.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar segera memperhatikan kondisi Pantai Tanjung Burung yang saat ini mengalami abrasi cukup parah. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan berdampak pada lingkungan serta aktivitas masyarakat,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, Pantai Tanjung Burung memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata dan ruang publik masyarakat. Namun, tanpa penanganan yang tepat seperti pembangunan penahan ombak atau program rehabilitasi pesisir, kondisi pantai akan semakin memprihatinkan.

Karang Taruna juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir, sekaligus mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan abrasi.

“Kami siap berkolaborasi dan mendukung program pemerintah demi menjaga kelestarian Pantai Tanjung Burung. Harapannya, ada langkah konkret dalam waktu dekat agar kerusakan tidak semakin parah,” tutupnya.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan