Telur dan Daging Ayam Disorot BPS Kalbar Imbas Program Makan Bergizi Gratis
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memengaruhi pergerakan inflasi daerah, terutama pada komoditas kebutuhan pokok yang menjadi menu utama program tersebut.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, mengatakan bahan pangan yang digunakan dalam MBG sebagian besar merupakan komoditas penyumbang inflasi, salah satunya telur ayam ras.
“Kalau terkait inflasi tentu sangat berpengaruh, karena menu-menu MBG itu adalah kebutuhan pokok. Yang paling kami soroti di lapangan adalah telur ayam ras,” ujar Saichudin usai rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Kalbar pasaSenin (05/01/2026).
Ia menjelaskan, hingga Desember 2025 harga telur ayam ras masih menunjukkan tren kenaikan. Selain telur, komoditas lain yang juga terdampak adalah daging ayam ras.
“Telur ayam ras di bulan Desember masih tergolong meningkat harganya, begitu juga dengan daging ayam ras,” katanya.
Saichudin menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah, mengingat ke depan Kalimantan Barat akan melibatkan sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program MBG. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi saat ini.
“Saat ini baru sekitar 200, dari survei kami kemarin kurang lebih ada 230-an SPPG. Kalau menunya telur, setahu saya dalam seminggu bisa dua kali, tentu dibutuhkan pasokan yang besar dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan rantai pasok menjadi hal krusial agar peningkatan permintaan tidak memicu lonjakan harga. Ia menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, termasuk bantuan kepada peternak ayam.
“Dari informasi yang saya dengar, pemerintah juga sudah menyiapkan dukungan atau bantuan untuk peternak ayam guna menjaga ketersediaan pasokan,” ujarnya.
Terkait kontribusi terhadap inflasi, Saichudin mengungkapkan bahwa telur ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen secara tahunan. Sementara daging ayam ras masuk dalam kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang kami rilis mengalami inflasi 0,36 persen dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras,” pungkasnya.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






