SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Sujiwo Tegaskan Komitmen Kubu Raya Cegah Karhutla

Sujiwo Tegaskan Komitmen Kubu Raya Cegah Karhutla

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, POLRI, dan TNI Dalam Rangka Mengabdi untuk Rakyat serta Antisipasi dan Penanganan Dini Karhutla, sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan lingkungan daerah. Selasa (27/01/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Ain

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan kembali keseriusan pemerintah daerah dalam menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegasan itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sungai Ambawang, Selasa (27/1/2026).

Dalam forum yang dihadiri Wakil Bupati, Komandan Kodim, dan Kapolres tersebut, Sujiwo menyatakan bahwa pengendalian karhutla bukan agenda seremonial tahunan, melainkan komitmen bersama lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kata dia, telah menetapkan status siaga darurat sejak Kamis (15/1/2026), yang diikuti apel siaga dan pernyataan sikap bersama.

“Ini bukan main-main. Kita sudah siapkan dari sisi anggaran dan sumber daya. Semua personel yang terlibat, baik TNI, Polri, BPBD, MPA, maupun damkar, tidak boleh sampai terlantar,” tegas Sujiwo.

Sebagai bentuk komitmen dan apresiasi, pemerintah daerah juga menyiapkan honorarium bagi seluruh personel lapangan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Menurut Sujiwo, para petugas karhutla merupakan patriot yang bekerja tanpa kenal waktu demi keselamatan masyarakat.

“Mereka pahlawan. Saat masyarakat tidur nyenyak, mereka masih berjibaku melawan api dan asap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, siapapun pihak yang berada di belakangnya. Ia meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas apabila ditemukan bukti pembakaran, terutama yang dilakukan secara sengaja.

“Mau siapapun di belakangnya, kalau terbukti membakar hutan dan lahan, saya minta diproses hukum,” katanya.

Sujiwo juga mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan seperti ISPA, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga terhambatnya transportasi dan pergerakan ekonomi akibat kabut asap.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya petani dan pelaku pembukaan lahan, untuk menahan diri mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan belum menunjukkan tanda-tanda hujan.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Mohon menahan diri dulu. Kita ingin meminimalisir kebakaran dan dampaknya,” tutup Sujiwo.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama TNI dan Polri memastikan akan terus melakukan pemantauan, pelokalisiran titik api, serta penegakan hukum demi melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Penulis: Ain Rahmi

Komentar
Bagikan:

Iklan