SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang SPM Bengkayang Berharap Rumah Adat Melayu Segera Dibangun

SPM Bengkayang Berharap Rumah Adat Melayu Segera Dibangun

Nur Agung Laksono dari Satria Pemuda Melayu (SPM) Kabupaten Bengkayang. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Bengkayang (Suara Kalbar) – Nur Agung Laksono penggiat budaya sekaligus tokoh pemuda dari Satria Pembela Melayu (SPM) berharap agar Rumah Adat Melayu segera Dibangun di Kabupaten Bengkayang.

Hal tersebut ada dasarnya sesuai dengan komitmen dan janji Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang akan merealisasikan Pembangunan Rumah Budaya yaitu Rumah Adat Melayu di Kabupaten Bengkayang

Selaku pengurus Satria Pemuda Melayu atau SPM Kabupaten Bengkayang , saya kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Bengkayang terkait realisasi dari Pembangunan Rumah Adat Melayu Di Kabupaten Bengkayang, ujar Nur Agung Laksono, Senin (12/1/2026).

Menurut Agung, masyarakat di Kabupaten Bengkayang terdiri dari berbagai adat-istiadat dan kebudayaan, Suku dan Agama dan sebagai Pemuda Melayu Bengkayang kami merindukan keberadaan Rumah Adat Melayu sebagai simbol identitas, marwah dan juga pusat pelestarian budaya.

Ia juga berharap bukan saja Pemerintah kabupaten Bengkayang namun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga Pemerintah Pusat dapat menyikapi aspirasi kami,” ujarnya.

“Kami masyarakat Melayu di kabupaten Bengkayang tentu sangat menginginkan supaya rumah adat Melayu bisa dengan segera dibangun, karena sudah lama menjadi wacana dan pembicaraan di pentas pentas politik pada saat Pemilu dilaksanakan.

Agung juga menyoroti dan mengingatkan janji yang pernah disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat terpilih saat masa kampanye beberapa waktu lalu di kecamatan Sungai Raya Kepulauan, yang kala itu menyampaikan komitmen terkait pembangunan Rumah Adat Melayu di Bengkayang.

Selain itu Agung juga meminta supaya Ketua MABM atau Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Bengkayang yang juga Wakil Bupati Bengkayang Drs.H.Syamsul Rizal dan organisasi Melayu lainnya bersatu bersama memperjuangkan Rumah Adat Melayu segera di realisasikan.

Lebih lanjut Agung menegaskan agar pembangunan Rumah Adat Melayu tidak hanya dijadikan alat politik untuk menarik simpati masyarakat Melayu saat musim kampanye namun harus benar-benar diwujudkan.

Sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya, Agung mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya berencana melakukan penggalangan dana dengan melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sesama suku bangsa, ini juga nenunjukkan bahwa di Bengkayang masih banyak orang yang peduli kepada Sesama,” pungkasnya.

Penulis : Kurnadi

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan