SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Pigai Desak Polisi Usut Tuntas Teror terhadap Influencer Pengkritik Pemerintah

Pigai Desak Polisi Usut Tuntas Teror terhadap Influencer Pengkritik Pemerintah

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap sejumlah pemengaruh (influencer) pengkritik pemerintah. Hal ini menanggapi maraknya dugaan teror yang dialami sejumlah influencer setelah menyampaikan kritik terlait penanganan bencana banjir dan longsor Sumatera.

“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya” kata Pigai.

Pigai menegaskan setiap dugaan teror harus disikapi secara serius melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia lantas mengapresiasi siapa pun, termasuk para influencer, yang memanfaatkan kebebasan berpendapat.

Pemerintah, kata Pigai, menghormati sikap kritis dan demokratis dari siapa pun, termasuk influencer. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan tidak dimanipulasi demi kepentingan popularitas semata.

Oleh karena itu, Pigai menilai perlu adanya kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu.

Ia pun mengingatkan para influencer agar dalam menyampaikan kritik tidak serta-merta mem-framing pemerintah sebagai pelaku. Menurutnya, hingga kini belum ada pihak yang dapat dipastikan bertanggung jawab terkait kasus teror tersebut, sehingga patut menunggu penyelidikan aparat penegak hukum.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh pola-pola sesat pikir tersebut dan tetap bersikap rasional, serta objektif dalam menilai informasi di media sosial.

“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” tegas Pigai.

Terkait penanganan bencana di Sumatera, Pigai menegaskan pemerintah telah menunjukkan keseriusan melalui kerja nyata yang sistematis, masif, dan terencana dalam kurun waktu satu bulan.

Pemerintah menjalankan dua tahap utama, yakni tahap tanggap darurat dan tahap pembangunan infrastruktur, sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak.

Sebelumnya, sejumlah influencer mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka. Beberapa influencer yang mengalami teror di antaranya adalah Sherly Annavita, Ramon Dony Adam (DJ Donny), hingga aktivis Greenpeace Iqbal Damanik.

Teror tersebut diduga berdatangan seiring dengan masifnya kritik dari para influencer kepada pemerintah terkait penanganan bencana banjir dan longsor Sumatera.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan