SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Pemkot Pontianak Rutin Gencarkan Gotong Royong, Warga Diajak Jaga Lingkungan dan Perkuat Drainase

Pemkot Pontianak Rutin Gencarkan Gotong Royong, Warga Diajak Jaga Lingkungan dan Perkuat Drainase

Warga Pontianak bahu-membahu membersihkan lingkungan pada Minggu (26/01/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa.

Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Kota Pontianak terus menggencarkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat sebagai agenda rutin dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan komunikasi langsung antara pemerintah dan warga.

Suasana gotong royong tampak di Taman Pallima, Jalan Karet, Pontianak Barat, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini melibatkan warga sekitar bersama unsur Pemerintah Kota Pontianak, dan dilaksanakan serentak di enam kecamatan dengan sejumlah titik lokasi berbeda.

Ketua RT 06 RW 06 Kelurahan Pallima, Zainal Arifin, menyambut positif kegiatan kerja bakti rutin tersebut. Menurutnya, gotong royong merupakan tradisi lama yang patut dijaga dan terus dikembangkan.

“Kerja bakti rutin ini satu hal yang sangat bagus. Ini tradisi yang patut kita kembangkan ke depan,” ujarnya.

Zainal juga menaruh harapan besar terhadap penataan lingkungan di wilayahnya, mengingat kawasan Pallima diproyeksikan menjadi jalur strategis saat Jembatan Kapuas III mulai beroperasi. Arus lalu lintas dari Mempawah, Sambas, dan daerah lainnya diperkirakan akan melintasi kawasan tersebut.

“Kalau Jembatan Kapuas III sudah berfungsi, otomatis ini jadi jalan protokol. Orang luar kota akan lewat sini, jadi lingkungannya harus ditata sebaik mungkin dan seindah mungkin,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan semangat gotong royong sudah mengakar kuat di lingkungan warga. Dengan dukungan pemerintah berupa pembinaan dan penyediaan fasilitas, menurutnya hasil kerja bakti akan semakin maksimal.

“Orang kampung itu memang senang bekerja. Ditambah pemerintah kota membimbing dan menyediakan peralatan, tentu ini akan jauh lebih bagus,” ungkapnya.

Lurah Pallima, Deni Saputra, mengatakan gotong royong tidak hanya berfungsi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara warga dan pemerintah. Melalui kegiatan ini, komunikasi menjadi lebih cair dibandingkan forum-forum formal.

“Ini juga jadi kesempatan warga untuk lebih dekat dan menyampaikan aspirasi terkait lingkungan tempat tinggalnya,” tuturnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pontianak, Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong merupakan bagian dari program unggulan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan. Selain menjaga lingkungan, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali kearifan lokal budaya kerja bersama yang menjadi kekuatan sosial masyarakat.

“Kegiatan gotong royong ini sudah terus berjalan. Ini memang salah satu program unggulan Pak Wali Kota untuk menghidupkan kembali kearifan lokal kerja bakti di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam setiap pelaksanaan, Pemkot Pontianak juga mengimbau para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung dan berbaur bersama warga. Kehadiran OPD di lapangan dinilai mampu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan tidak kaku.

Ismail menambahkan, dalam gotong royong di Kelurahan Pallima, sejumlah aspirasi warga berhasil disampaikan dan langsung didengar oleh OPD terkait yang hadir di lokasi.

“Tadi pagi ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga. Kebetulan OPD terkait ada di tempat, sehingga bisa langsung mendengar dan nanti akan kita kaji untuk diambil langkah-langkah positif,” katanya.

Ia menegaskan, gotong royong akan terus dipertahankan sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat guna memperkuat kepercayaan serta kolaborasi dalam membangun Kota Pontianak.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menekankan bahwa upaya pengendalian genangan air tidak bisa hanya bergantung pada saluran utama. Menurutnya, sistem drainase kota akan bekerja maksimal jika saluran primer, sekunder, hingga tersier di lingkungan warga terkoneksi dan tidak tersumbat.

“Saluran besar yang dibangun pemerintah tidak akan maksimal kalau di tingkat lingkungan, bahkan di depan rumah warga, salurannya tersumbat. Karena itu gotong royong ini penting untuk memastikan interkoneksi saluran berjalan dan berfungsi,” ujarnya saat membuka gotong royong di Jalan P Natakusuma, Pontianak Kota, di hari yang sama.

Ia menjelaskan, kondisi topografi Kota Pontianak yang relatif datar serta dipengaruhi pasang surut air sungai membuat pengelolaan drainase membutuhkan peran aktif masyarakat. Sampah rumah tangga dan sedimentasi di saluran lingkungan menjadi faktor utama terhambatnya aliran air.

“Kalau saluran di lingkungan bersih dan terkoneksi dengan baik, air hujan bisa cepat mengalir ke parit besar dan sungai. Ini sangat membantu mengurangi genangan, terutama saat hujan lebat atau pasang,” katanya.

Amirullah menegaskan, gotong royong bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan sarana edukasi agar warga memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Pemerintah kota terus menggerakkan perangkat daerah, kelurahan, hingga RT dan RW agar kegiatan ini menjadi budaya, bukan sekadar agenda insidental.

“Pemerintah menyiapkan infrastruktur dan melakukan normalisasi saluran utama. Tapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia berharap, melalui gotong royong yang dilakukan secara rutin, kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan saluran, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat drainase di sekitar rumah.

“Kalau ini dilakukan bersama-sama dan konsisten, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga melindungi rumah kita sendiri dari genangan dan dampak banjir,” pungkas Amirullah.

Penulis: Fajar Bahari

Komentar
Bagikan:

Iklan