Natalie Portman Kritik Oscar 2026: Sutradara Perempuan Masih Terpinggirkan
Jakarta (Suara Kalbar)- Aktris top Hollywood, Natalie Portman melontarkan kritik tajam terhadap ajang penghargaan bagi insan industri film dunia, Oscar. Ia menilai ajang Oscar 2026 dinilai masih memandang sebelah mata sutradara perempuan, seiring minimnya sutradara perempuan yang masuk dalam daftar nominasi tahun ini.
Kritik tersebut disampaikan Natalie saat menghadiri Festival Film Sundance di Utah untuk mempromosikan film terbarunya, The Gallerist, pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat.
“Banyak film terbaik yang saya tonton tahun ini dibuat oleh perempuan. Namun, Anda bisa melihat hambatan di setiap level karena banyak yang tidak diakui pada saat penghargaan,” ujar Natalie, dilansir dari Variety, Senin (26/1/2026).
Ia kemudian menyebut sejumlah judul film yang menurutnya layak mendapatkan perhatian lebih. Mulai dari Antara Sorry Baby, Left-Handed Girl, Hedda, hingga The Testament of Ann Lee.
“Film-film luar biasa tahun ini yang menurut saya banyak orang menikmatinya dan menyukainya, tetapi tidak mendapatkan penghargaan yang pantas mereka dapatkan,” lanjutnya.
Chloé Zhao, yang menyutradarai film Hamnet, menjadi satu-satunya perempuan yang dinominasikan untuk kategori Sutradara Terbaik pada Oscar 2026. Di antara 10 film yang dinominasikan dalam kategori Film Terbaik, Hamnet adalah satu-satunya yang disutradarai oleh seorang wanita.
Sebagai sutradara perempuan, Chloé Zhao bersaing dengan para sutradara pria, Josh Safdie untuk Marty Supreme, Paul Thomas Anderson dari film One Battle After Another, Joachim Trier untuk Sentimental Value dan Ryan Coogler dari film Sinners.
Bintang film Black Swan dan Star Wars tersebut juga menyoroti tantangan yang dihadapi para pembuat film di industri saat ini, khususnya bagi perempuan.
“Bahkan ketika telah melewati hambatan mendapatkan pembiayaan produksi, selanjutnya masuk ke festival menjadi yang lebih sulit. Setiap langkah di jalan itu lebih sulit, tetapi kemudian juga tidak mendapatkan perhatian. Kita perempuan di industri ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan,” pungkas Natalie.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





