Lamborghini Akui AI Tak Terelakkan, Tetap Jaga DNA Craftsmanship
Suara Kalbar – Produsen mobil super mewah asal Italia, Lamborghini, menyatakan bahwa penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pembuatan mobil adalah suatu keniscayaan, bahkan bagi pembuat mobil khusus berukuran kecil seperti mereka yang masih mengandalkan pembuatan komponen secara manual.
Meski dikenal dengan keahlian tangan (craftsmanship) yang legendaris, raksasa banteng tempur ini sedang menyusun strategi untuk mengintegrasikan teknologi canggih ini ke dalam DNA produksi mereka.
Saat ini, AI sudah umum digunakan dalam sistem infotainment dan keamanan di kendaraan-kendaraan baru. Lebih luas lagi, para produsen mobil raksasa biasanya memanfaatkan AI untuk mempercepat lini produksi mereka demi mencapai volume yang lebih besar, baik dari sisi efisiensi maupun kontrol kualitas produk. Penggunaan AI secara masif ini bertujuan agar proses manufaktur menjadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
Dikutip Car Expert, Selasa (6/1/2026), Chief Manufacturing Officer Lamborghini, Ranieri Niccoli, menegaskan bahwa AI tetap memiliki peran penting di perusahaan mereka, meskipun Lamborghini adalah merek khusus yang tujuan utamanya bukan untuk memproduksi jutaan mobil setiap tahun. Niccoli menyebut AI sebagai “sesuatu yang tidak dapat dihindari” dan “sesuatu yang akan datang”. Pihaknya kini sedang memikirkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.
“Ini adalah sesuatu yang akan datang; kami sedang memikirkan bagaimana cara menggunakannya. Kami tahu potensi terbesar yang kami miliki [dengan AI], terlepas dari fakta bahwa kami memiliki banyak keahlian tangan,” ujar Niccoli.
Sebagai bukti kesiapan, Niccoli mengungkapkan bahwa pabrik-pabrik Lamborghini telah didigitalisasi sepenuhnya. Ini berarti Lamborghini sudah memiliki apa yang mereka sebut sebagai ‘data lake’, tempat semua data dari proses produksi mereka disimpan dalam cloud atau komputasi awan. Kesiapan infrastruktur data ini menjadi modal utama untuk mengimplementasikan kecerdasan buatan.
“Pabrik kami sepenuhnya didigitalisasi, jadi di satu sisi, kami siap, karena kami memiliki apa yang kami sebut ‘danau data’, di mana semua data dari proses produksi kami tersimpan di cloud,” jelas Niccoli.
Data-data ini, jika diolah dengan AI, dapat memberikan wawasan yang sangat berharga untuk peningkatan kualitas dan efisiensi, bahkan dalam proses yang sifatnya manual. Saat ini, Lamborghini sudah mulai mengaplikasikan teknologi AI secara terbatas di lini produksi mereka di Italia Utara.
Aplikasi yang digunakan bertujuan untuk membantu para pekerja dalam mengambil keputusan besar dalam waktu yang lebih singkat, terutama dalam proses pengontrolan beberapa bagian mobil. Ini menunjukkan bahwa fokus utama mereka bukan mengganti manusia, melainkan memberdayakan pekerja dengan alat yang lebih cerdas.
“Kami menggunakan sebuah aplikasi, pada dasarnya untuk mengontrol, misalnya, beberapa bagian mobil kami, untuk membantu pekerja kami membuat keputusan besar dalam waktu yang lebih singkat,” katanya. Ia menambahkan bahwa studi terus dilakukan untuk mengembangkan lebih banyak aplikasi guna membantu staf mengambil keputusan lebih cepat dan akurat.
Meskipun menyambut AI, pihak Lamborghini sangat menekankan pentingnya menjaga DNA mereka. Perusahaan ini sangat mengandalkan keahlian tangan dan yang tak kalah penting, fleksibilitas. Fleksibilitas ini dibutuhkan karena harapan pelanggan akan personalisasi mobil semakin tinggi. Oleh karena itu, AI harus digunakan tanpa melupakan bahwa Lamborghini adalah proses produksi volume rendah yang sangat fokus pada detail kustomisasi.
Sejak prototipe pertama, 350 GTV, meluncur dari pabrik Sant’Agata, Italia, pada tahun 1963, situs tersebut terus beradaptasi. Hingga kini, pabrik yang sama memproduksi lineup terkini mereka, termasuk model hibrida seperti V12 Revuelto dan V8 Temerario.
Kebutuhan akan efisiensi dan inovasi ini muncul seiring dengan pertumbuhan merek yang pesat. Pada tahun 2024, Lamborghini berhasil mengirimkan rekor 10.687 kendaraan kepada pelanggan secara global. Angka ini memecahkan rekor yang ditetapkan pada tahun 2023, yakni 10.112 pengiriman. Ini adalah kali pertama merek tersebut melampaui 10.000 unit dalam satu tahun, menandai periode pertumbuhan signifikan yang memerlukan dukungan teknologi modern.
Penggunaan AI di Lamborghini bukan hanya sekadar tren, melainkan langkah strategis untuk menyeimbangkan tradisi craftsmanship yang dihormati dengan tuntutan efisiensi dan personalisasi di era digital. Mereka siap memanfaatkan data besar mereka, memastikan bahwa setiap mobil yang dibuat, meskipun didukung oleh kecerdasan buatan, tetap mempertahankan kualitas, keunikan, dan semangat banteng tempur khas Lamborghini.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






