SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Kukusan Jadi Sarapan Favorit, Tren Hidup Sehat Kian Digandrungi Gen Z di Pontianak

Kukusan Jadi Sarapan Favorit, Tren Hidup Sehat Kian Digandrungi Gen Z di Pontianak

Lapak aneka kukusan sehat yang banyak ditemukan di sudut jalanan kota pontianak kalimantan barat sejak beberapa waktu terakhir Senin (12/01/2026) SUARAKALBAR.CO.ID/yati

Pontianak (Suara Kalbar) – Aroma ubi rebus dan aneka kukusan yang mengepul kini kian akrab menyapa pagi warga Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Di sejumlah sudut jalan, penjual aneka kukusan bermunculan menawarkan beragam menu sarapan sehat yang diolah tanpa minyak, namun tetap menggugah selera.

Salah satu penjual aneka kukusan di Jalan Gusti Hamzah, Kota Pontianak, Ryan Adiguna, mengatakan dirinya telah menekuni usaha tersebut selama empat tahun terakhir. Ide berjualan kukusan berawal dari ketertarikannya melihat tren di media sosial.

“Saya iseng lihat sosial media dan mencoba berjualan ini walaupun awalnya saya harus belajar dulu bagaimana membuat kukusan yang lembut dan pas sesuai selera pelanggan,” kata Ryan Senin (12/01/2026) pagi.

Ryan menjelaskan jika permintaan terhadap sarapan sehat ini terus meningkat. Menariknya, kukusan tak lagi identik dengan menu orang tua. Generasi muda, khususnya Gen Z, kini ikut menjadikannya pilihan utama sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kesadaran akan pola hidup sehat menjadi salah satu pendorong tren ini semakin berkembang.

“Disini tersedia ubi, pisang, singkong, hingga telur yang saya jual dengan harga dari Rp 2000 sampai Rp 5000,” jelasnya

Hal senada diungkapkan Koko, penjual kukusan lainnya di kawasan Jalan Haji Rais A Rahman . Ia menilai minat masyarakat terhadap menu kukusan terus meningkat, terutama dari kalangan generasi muda. Kukusan kini bukan hanya sekadar menu tradisional, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

“Proses pengolahan dengan cara dikukus dinilai lebih sehat karena minim minyak serta mampu mempertahankan nutrisi alami bahan makanan, saya menilai edukasi ini yang sudah diterima oleh generasi muda,” ungkap Koko.

Dalam waktu berdagang yang terbilang singkat, yakni dari pukul 6 hingga 9 pagi, Koko mampu menghabiskan puluhan kilogram kukusan setiap harinya. Menurutnya, pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga anak muda yang hendak berangkat ke kampus.

“Meski harga bahan baku seperti ubi dan telur kerap mengalami fluktuasi, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap usahanya, karna saya memiliki pemasok tetap sehingga ketersediaan bahan baku tetap terjaga,” tuturnya.

Tren kukusan sebagai sarapan sehat diperkirakan akan terus bertahan. Selain terjangkau dan praktis, kukusan menawarkan nilai gizi yang baik serta cocok dengan gaya hidup masyarakat urban yang semakin sadar akan kesehatan. Dari lapak sederhana di pinggir jalan, kukusan kini menjelma menjadi simbol sarapan sehat favorit warga Pontianak.

Penulis: Septa

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan