Ketua BWI Kalbar Antusias Wujudkan Pontianak Kota Wakaf
Pontianak (Suara Kalbar)- Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Barat mendorong sinergi lintas pihak untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota wakaf pertama di Kalimantan Barat. Upaya ini dinilai penting agar aset wakaf dapat terdata secara akurat dan dikelola lebih produktif bagi kesejahteraan umat.
Hal itu disampaikan Ketua BWI Kalimantan Barat, Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, SH, MH, saat menerima kunjungan pengurus BWI Kota Pontianak di Aula Sekretariat BWI Kalbar, Selasa (27/1/2026).
“Mari kita berbagi peran dan tanggung jawab agar Pontianak bisa menjadi kota wakaf. Dengan data yang tertata, harta wakaf dapat dikelola lebih optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Andi Musa.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus BWI Kalbar, Ketua BWI Kota Pontianak Prof. Dr. H. Zaenuddin, MA beserta pengurus, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Pontianak. Dalam kesempatan itu, BWI Kalbar juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang selama ini mendukung berbagai program perwakafan di daerah.
Andi Musa menyebutkan, kemajuan sejumlah program BWI di Kalimantan Barat tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, hingga para nazhir.
“Kami berterima kasih kepada seluruh mitra strategis yang telah mendukung kerja-kerja BWI Kalbar. Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola wakaf di daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah kreatif BWI Kota Pontianak yang telah menyusun Buku Bank Data Wakaf sebagai upaya awal pendataan aset wakaf. Menurut dia, inisiatif tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Pontianak sebagai kota wakaf.
“Kami mendukung penuh ikhtiar BWI Kota Pontianak. Di tingkat nasional, kota wakaf masih sangat terbatas, sehingga langkah ini patut diapresiasi,” kata Andi Musa.
Sementara itu, Ketua BWI Kota Pontianak Prof. Dr. H. Zaenuddin, MA, menyampaikan terima kasih atas dukungan BWI Kalbar yang dinilai berperan besar dalam membuka jalan menuju terwujudnya Pontianak sebagai kota wakaf.
“Dukungan dari BWI provinsi sangat berarti bagi kami. Untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota wakaf, tentu dibutuhkan kerja sama yang intens dan berkelanjutan,” ujar Zaenuddin, yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak.
Ia menambahkan, BWI Kota Pontianak sebelumnya juga telah memperoleh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Kemenag Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, hingga Ketua DPRD Kota Pontianak.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






