SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Kerja Keras Warga LDII Melawi Berbuah Manis, Tanaman Padi Tumbuh Subur di Lahan Gambut

Kerja Keras Warga LDII Melawi Berbuah Manis, Tanaman Padi Tumbuh Subur di Lahan Gambut

Taswadi, petani asal Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing yang merupakan warga LDII Kabupaten Melawi sukses membudidayakan padi di lahan gambut. [SUARAKALBAR.CO.ID/LDII Kalbar]

Melawi (Suara Kalbar) – Kerja keras dan ketekunan Taswadi (57) petani asal Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing yang merupakan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Melawi membuahkan hasil membanggakan.

Padi varietas Inpari 32 yang dibudidayakan di lahan gambut tumbuh subur dan menunjukkan potensi hasil panen yang baik, menjadi bukti bahwa lahan gambut dapat dikelola secara produktif.

Ketua LDII Kalimantan Barat Susanto mengapresiasi upaya warga LDII Melawi yang mampu mengoptimalkan lahan gambut melalui penerapan teknik budidaya yang tepat.

“Pak Taswadi sudah kami jadikan petani teladan, karena selain hasil tanam cukup baik juga sejak awal mengolah lahan gambut tanpa bakar. Ini suatu metode olah tanam yang tetap mengedepankan aspek lingkungan,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Saat ini keberhasilannya semakin sempurna seiring keberhasilan menanam Inpari 32 di lahan gambut.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan pengetahuan yang memadai, lahan gambut bisa menjadi penopang ketahanan pangan. Kami bangga atas ikhtiar dia sehingga gambut menjadi lahan produktif untuk menghasilkan beras,” ujarnya.

Memang secara organisatoris, LDII terus mendorong warganya agar berperan aktif dalam membantu pemerintah mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Pertanian menjadi bidang pengabdian yang terus didorong, agar terwujud ketahanan pangan yang berbasis pertanian berkelanjutan,” tegas Susanto.

Taswadi sendiri mengaku mendapat tantangan ketika sebagian orang pesimis jika lahan gambut tidak cocok untuk tanaman padi.

“Alhamdulillah tantangan yang dihadapi dengan berbekal pengetahuan dibarengi kerja keras meraih keberhasilan. Walaupun diawal tak sedikit yang menyangsikan, karena lahan gambut yang ditanami dikenal dengan keasaman yang tinggi,” ujarnya.

Petani yang juga duduk di jajaran DPD LDII Melawi ini menambahkan varietas Inpari 32 dipilih karena adaptif, produktif, dan memiliki daya tahan yang baik.

“Selain karena dibantu bibit, pilihan varitas Inpari karena lebih adaptif dan ini juga masih sifatnya tumpang sari dengan tanaman hortikultura,” jelas Taswadi.

Lebih lanjut dia menjelaskan hasil dari tanaman Padi Inpari 32 yang bakal dipanen pada beberapa hari kedepan bakal dijadikan bibit kembali.

“Varietas Inpari 32 yang saya tanam rencananya akan dijadikan bibit kembali. Harapannya bibit yang ada sudah adaptasi dengan lahan gambut yang ada,” imbuhnya.

Warga LDII Melawi ini juga berharap keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan pertanian di lahan gambut. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga.

Penulis: LDII Kalbar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan