Kementerian Kebudayaan Perkuat Desa sebagai Jantung Kebudayaan Nasional
Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa bermaksud untuk memperkuat desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melalui keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa, menegaskan bahwa desa memiliki posisi sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia.
“Desa-desa budaya adalah jantung dari identitas kebudayaan Indonesia. Di desa-desa inilah tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal hidup dan berkembang. Budaya bukan sekadar simbol, tetapi merupakan kekuatan hidup yang menyatukan, menginspirasi, dan membangun karakter bangsa,” ujar Fadli Zon.
Ia juga menekankan bahwa di tengah arus modernisasi dan globalisasi, desa budaya berperan sebagai benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai-nilai lokal.
Menurutnya, penguatan desa budaya hanya dapat tercapai melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan & Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menjelaskan bahwa, program Pemajuan Kebudayaan Desa merupakan program yang telah dilaksanakan sejak 2021 dan telah menyentuh lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia.
“Desa adalah akar kehidupan budaya bangsa dan dapat dipandang sebagai museum hidup, tempat nilai-nilai budaya komunal menjadi dasar kehidupan masyarakat. Mengembangkan dan melestarikan budaya desa sebagai laboratorium hidup semestinya menjadi prioritas dalam pemajuan kebudayaan nasional,” jelas Mahendra.
Ia menambahkan, pihaknya turut menghadirkan Apresiasi Desa Budaya 2025 yang dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi dan aspek yang dinilai meliputi komitmen kebijakan desa, keterlibatan aktif seluruh warga termasuk perempuan, anak, generasi muda, dan penyandang disabilitas serta pengembangan ekonomi berbasis budaya dan dampak sosial yang nyata.
Adapun pada 2025 ini terpilih lima desa yang menerima Apresiasi Desa Budaya, yaitu Desa Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten; Desa Duarato, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur; Desa Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, Aceh; Desa Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur serta Desa Tebat Patah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Dari sisi penerima manfaat, apresiasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat desa sebagai penguatan legitimasi dan semangat kolektif.
Martinik asal Provinsi Jambi sebagai salah satu penerima Apresiasi Desa Budaya 2025, menyampaikan bahwa program ini memberi ruang bagi warga untuk kembali percaya pada nilai budayanya sendiri.
“Apresiasi ini bukan hanya penghargaan, tetapi pengakuan atas kerja bersama kami sebagai warga desa. Budaya yang selama ini kami jalani dalam keseharian kini dilihat sebagai kekuatan untuk menghidupi desa, bukan sekadar peninggalan masa lalu,” ujar Martinik dari Daya Desa Tebat Patah, Kab. Muaro Jambi.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






