Ini 8 Pertanyaan Kesehatan Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang 2025
Suara Kalbar – Sepanjang tahun 2025, jutaan orang setiap hari beralih ke Google untuk mencari solusi medis secara mandiri. Mulai dari gejala flu musiman hingga kekhawatiran mendalam tentang kanker, mesin pencari menjadi pintu utama informasi kesehatan global.
Dikutip dari Times of India, berikut adalah rangkuman 8 pertanyaan kesehatan yang paling banyak dicari di Google selama tahun 2025:
1. Gejala Influenza, Covid-19, dan Demam Berdarah
Kepanikan sering muncul saat penyakit musiman mewabah bersamaan. Pengguna secara konsisten mencari kata kunci seperti “gejala flu” untuk membedakan nyeri badan biasa dengan infeksi serius. Di tahun 2025, keinginan untuk bertanggung jawab secara sosial mendorong orang mencari jadwal pengujian dan periode karantina secara mandiri.
2. Cara Menurunkan Tekanan Darah dan Lipid
Masalah kardiovaskular tetap menjadi kekhawatiran utama. Banyak orang bertanya, “Apakah perubahan gaya hidup sudah cukup tanpa obat?” Tren pencarian menunjukkan ketertarikan tinggi pada kadar glukosa darah (A1C) guna menghindari risiko stroke yang tidak terduga.
3. Kontrol Gula Darah dan Diabetes
Diabetes secara konsisten menduduki peringkat teratas daftar kesehatan global. Pertanyaan seperti “Bisakah prediabetes disembuhkan?” mendominasi di lebih dari sepertiga negara di dunia. Masyarakat merasa terjebak dalam “labirin” informasi saat harus memilih pola makan dan obat-obatan setiap hari.
4. Mengapa Saya Selalu Merasa Lelah?
Kelelahan kronis atau fatigue adalah keluhan lintas usia. Di tahun 2025, muncul tren pencarian spesifik mengenai “kabut otak” (brain fog) pasca-Covid serta dampak penggunaan gawai berlebihan terhadap energi tubuh.
5. Kekhawatiran Terhadap Kanker
Gejala seperti penurunan berat badan drastis atau benjolan yang tidak biasa memicu orang untuk melakukan diagnosis mandiri. Kanker menjadi istilah pencarian teratas karena dampaknya yang besar pada keluarga, menjadikannya topik yang paling emosional di mesin pencari.
6. Aturan Minum Air dan Gaya Hidup Sehat
“Berapa gelas air yang sebaiknya saya minum sehari?” Pertanyaan ini melonjak drastis pada 2025. Masyarakat mulai meninggalkan saran umum yang usang dan mencari panduan yang lebih personal sesuai dengan durasi tidur dan zona detak jantung ideal mereka.
7. Gejala ADHD dan Dampak Media Sosial
Kesehatan mental menjadi sorotan, terutama di kalangan anak muda. Topik “gejala ADHD” dan “dampak media sosial pada otak” sangat populer. Pengguna terjebak dilema: ingin memanfaatkan teknologi AI namun takut akan dampaknya terhadap konsentrasi dan emosi.
8. Cara Membedakan Informasi Kesehatan Asli vs Palsu
Di tengah “matriks” informasi daring, pertanyaan paling mendesak di tahun 2025 adalah: “Gimana cara bedain nasihat kesehatan yang asli dan palsu?” Munculnya konten yang dihasilkan AI dan teori konspirasi di media sosial menuntut publik untuk lebih selektif dalam mempercayai profesional medis.
Kesimpulan Meskipun Google memberikan akses cepat, penting untuk diingat bahwa diagnosis daring tidak dapat menggantikan konsultasi profesional. “Kalau cuma baca-baca di internet emang bikin parno, mending tanya dokter langsung biar jelas,” ujar salah satu pengguna dalam diskusi kesehatan daring.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






