Cerita Musim Durian di Perbatasan RI–Malaysia, Warga Sambas Bertaruh Tenaga Demi Penghasilan
Sambas (Suara Kalbar) – Hidup di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, warga Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, harus menempuh perjuangan ekstra saat musim panen durian. Demi mencapai kebun, mereka rela menyeberangi sungai bahkan disaat musim banjir dan bermalam di kebun, sebelum hasil panen dijual hingga menembus pasar lintas batas.
Aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas tahunan masyarakat setempat. Warga biasanya menunggu durian jatuh pada malam hari, kemudian mengumpulkannya pada pagi hari untuk dijual kepada pembeli. Kondisi ini dilakukan meski akses menuju kebun cukup menantang, terutama saat debit air sungai meningkat.
Dusun Sawah dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian di wilayah Sajingan Besar. Saat musim panen berlangsung, hampir seluruh kepala keluarga pergi ke kebun masing-masing untuk memanen durian yang menjadi sumber penghasilan tambahan masyarakat.
Salah seorang warga, Yesi, mengatakan bahwa untuk mencapai kebun durian keluarganya, ia harus menyeberangi Sungai Sampayang yang berada tepat di belakang rumahnya.
“Untuk menuju kebun durian, kami harus menyeberangi Sungai Sampayang yang berada tepat di belakang rumah,” ujar Yesi, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, menyeberangi sungai sudah menjadi hal biasa bagi warga Dusun Sawah, termasuk ketika musim banjir. Ia menyebut, seluruh anggota keluarganya harus ikut menyeberang demi mengambil durian di kebun.
“Saya bersama orang tua dan adik harus melewati sungai tersebut. Saat musim banjir seperti sekarang, ketinggian air bahkan mencapai dada,” jelasnya.
Ia menambahkan, hampir setiap warga di Dusun Sawah memiliki pohon durian. Ketika musim panen tiba, agen atau pengepul durian akan berdatangan untuk membeli hasil panen warga.
“Setiap musim durian, agen dan pengepul berdatangan ke Dusun Sawah. Buah durian dari sini dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan ada yang dibawa hingga ke Malaysia dan wilayah lain di Kabupaten Sambas,” katanya.
Selain pengepul, pembeli perorangan juga kerap datang langsung ke rumah-rumah warga untuk membeli durian secara eceran.
“Tidak sedikit pembeli yang datang langsung ke rumah warga untuk membeli durian,” tutupnya.
Penulis: Serawati
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






