Bupati Erlina Hadiri Kick Off Program RBP REDD+ GCF Kalbar, Dorong Kolaborasi Mitigasi Perubahan Iklim
Mempawah (Suara Kalbar) – Bupati Mempawah Erlina menghadiri kegiatan Kolaborasi Multi Pihak dalam Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Pengelolaan Keanekaragaman Hayati untuk Kalimantan Barat di Diamond Hall Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan dihadiri para kepala daerah, pemangku kepentingan, serta mitra pembangunan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kick off program RBP REDD+ GCF merupakan upaya bersama dalam menekan emisi gas rumah kaca yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki peran strategis karena berada di jantung Pulau Borneo yang menjadi penyangga utama keanekaragaman hayati dunia.
“Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati. Dampak perubahan iklim sudah kita rasakan secara nyata, baik di wilayah pesisir maupun laut,” ujar Ria Norsan.
Ia menambahkan, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
“Kerusakan ini hanya sekitar 10 persen dipengaruhi faktor alam, sementara 90 persen merupakan akibat ulah manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ria Norsan menyampaikan kondisi hutan yang terus mengalami degradasi akibat aktivitas pertambangan dan pembukaan lahan harus menjadi perhatian bersama.
Melalui program ini, ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga alam demi meningkatkan cadangan karbon dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
“Kita boleh memiliki teknologi yang canggih, namun jangan sampai mengabaikan kerusakan alam yang justru akan mempersulit kehidupan generasi masa depan. Mari bersama kita jaga keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat untuk generasi yang akan datang,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengelola keanekaragaman hayati serta melakukan mitigasi perubahan iklim sejak dini, khususnya di Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, penguatan kampanye aksi mitigasi dan pelaksanaan berbagai program nyata dalam menjaga lingkungan merupakan investasi penting bagi keberlanjutan kehidupan generasi penerus.
“Aset lingkungan ini harus terus kita jaga, pelihara, dan pulihkan. Dengan komitmen bersama, kita dapat berkontribusi positif dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi hijau, pembangunan yang inklusif dan merata, terciptanya ekosistem yang sehat, serta pengurangan emisi gas rumah kaca,” kata Erlina.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Mempawah terpilih sebagai salah satu daerah penerima Program REDD+ GCF di Kalimantan Barat.
“Kami sangat bersyukur Kabupaten Mempawah menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan program REDD+ GCF. Ini menjadi tanggung jawab sekaligus peluang untuk memperkuat komitmen perlindungan lingkungan,” tutupnya.
Penulis: Prokopim Mpw
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






