SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang BPBD Bengkayang Pantau 9 Titik Api, Warga Diimbau Waspada Karhutla

BPBD Bengkayang Pantau 9 Titik Api, Warga Diimbau Waspada Karhutla

Dokumen kebakaran di pasar Seluas, Kabupaten Bengkayang/ANT

Bengkayang (Suara Kalbar) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memantau ada sembilan titik api atau hotspot yang terdeteksi melalui citra satelit di sejumlah wilayah setempat, seiring kondisi cuaca panas yang masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) daerah setempat.

Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Bertha, mengatakan hasil pemantauan terakhir per 20 Januari 2026 menunjukkan sembilan titik api tersebar di beberapa kecamatan. Titik api tersebut terpantau melalui sistem pemantauan satelit yang menjadi rujukan dalam mitigasi dini karhutla.

“Berdasarkan hasil briefing sore kemarin, per tanggal 20 Januari 2026 terpantau sembilan titik api di wilayah Kabupaten Bengkayang,” kata Dwi Bertha saat dihubungi di Bengkayang, Rabu.

Ia merinci, tiga titik api berada di Kecamatan Samalantan, satu titik di Kecamatan Seluas, serta lima titik api lainnya terdeteksi di Kecamatan Tujuh Belas. Seluruh temuan tersebut terus dipantau secara intensif untuk mencegah potensi kebakaran meluas.

BPBD Bengkayang juga mengidentifikasi sejumlah wilayah yang tergolong rawan karhutla, khususnya daerah yang memiliki karakteristik lahan gambut. Wilayah rawan tersebut antara lain Kecamatan Sei Raya, Sei Raya Kepulauan, dan Capkala.

“Daerah yang rawan itu umumnya berlahan gambut, sehingga apabila terjadi kebakaran akan lebih sulit dipadamkan dan berpotensi meluas,” ujarnya.

Seiring dengan kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman.

Dwi menegaskan, masyarakat diminta untuk selalu menjaga lingkungan sekitar serta berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Jika terpaksa melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang menggunakan api, masyarakat diminta untuk mengawasi secara ketat dan tidak meninggalkannya tanpa pengamanan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran. Apabila melakukan aktivitas pembakaran, baik lahan maupun lainnya, harus dijaga dengan baik dan memperhatikan faktor keselamatan,” katanya.

Selain itu, BPBD Bengkayang juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti dan memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan perkiraan BMKG, kondisi cuaca di wilayah Bengkayang dalam tiga hari ke depan masih cenderung panas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Untuk tiga hari ke depan, berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca masih sama, yaitu panas,” ujar Dwi Bertha.

Meski demikian, BPBD Bengkayang memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan dampak signifikan akibat cuaca panas tersebut, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun kejadian kebakaran besar.

“Untuk dampak cuaca panas, sejauh ini belum ada kasus yang dilaporkan,” katanya.

BPBD Bengkayang menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapsiagaan serta respons cepat apabila terjadi peningkatan jumlah titik api di wilayah tersebut.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan