SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina Tambah Pasokan 26.880 Tabung ke Sambas

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina Tambah Pasokan 26.880 Tabung ke Sambas

Tambahan 26.880 tabung LPG 3 kilogram disalurkan ke Kabupaten Sambas sebagai langkah menstabilkan pasokan gas subsidi. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat memastikan ketersediaan Gas LPG 3 kilogram akan kembali normal setelah adanya penambahan pasokan dari Pertamina pada Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi kelangkaan LPG subsidi yang sempat dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah, Senin (19/1/2026).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Suparno, menyampaikan bahwa Pertamina telah merealisasikan tambahan distribusi LPG 3 kilogram ke daerah tersebut.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan, Pertamina melakukan extra dropping pada tanggal 15 hingga 17 Januari sebanyak 16.800 tabung. Selain itu, penyaluran fakultatif pada 16 Januari mencapai 10.080 tabung. Sehingga total tambahan pasokan yang diterima sebanyak 26.880 tabung.

Suparno menilai, jika mengacu pada perhitungan kebutuhan daerah, jumlah tambahan tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sambas.

“Berdasarkan perhitungan kebutuhan, pasokan tambahan ini sudah cukup,” katanya.

Terkait wilayah yang sebelumnya paling terdampak kelangkaan, Suparno menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyampaikan kepada Pertamina bahwa hampir seluruh kecamatan membutuhkan tambahan pasokan LPG.

“Kami sampaikan ke Pertamina bahwa seluruh wilayah memerlukan tambahan,” jelasnya.

Saat ini, Diskumindag Sambas masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan distribusi LPG tambahan berjalan tepat sasaran. Pendataan tersebut meliputi agen dan pangkalan penerima, termasuk jumlah tabung yang disalurkan ke masing-masing pangkalan.

“Kami sedang menghimpun data dari para agen, berapa jumlah yang diterima dan ke pangkalan mana saja LPG tersebut didistribusikan,” terang Suparno.

Ia menambahkan, pendataan ini merupakan bagian dari pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi, seperti penimbunan, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET), maupun penyaluran kepada pihak yang tidak berhak.

“Kami berharap tambahan pasokan LPG 3 kilogram tersebut dapat menjaga stabilitas ketersediaan gas di tengah masyarakat hingga akhir Januari. Selain itu, evaluasi juga akan terus dilakukan agar kelangkaan serupa tidak kembali terjadi pada bulan-bulan berikutnya,” tambahnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan