SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif AISI Nilai Industri Sepeda Motor Masih Berpeluang Tumbuh di 2026

AISI Nilai Industri Sepeda Motor Masih Berpeluang Tumbuh di 2026

Arsip – Pengunjung mencari informasi tentang skema pembiayaan pembelian sepeda motor secara kredit dalam Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Suara Kalbar – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan bahwa industri roda dua di Indonesia, pada tahun 2026 masih memiliki kesempatan untuk tumbuh subur meski adanya beberapa tantangan yang perlu dihadapi.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan bahwa tantangan yang paling berat untuk saat ini adalah hadirnya pemberlakuan pajak opsen yang telah diberlakukan sejak awal tahun di sejumlah daerah di Indonesia.

”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” kata Sigit melalui keterangan resminya, Jumat.

Tidak hanya dari segi pemungutan pajak daerah, tantangan lain yang juga menjadi penghambat tumbuhnya industri otomotif di segmen roda dua ini adalah efek berganda kondisi geopolitik global.

Tantangan lain yang juga harus dihadapi untuk terus meningkatkan penjualan sepeda motor di Indonesia adalah harga komoditas dan kondisi cuaca akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini.

”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta – 6,7 juta unit,” ujar dia.

Peluang untuk bertumbuh masih membutuhkan peran dari perusahaan pembiayaan karena umumnya masyarakat Indonesia masih mengandalkan perusahaan pembiayaan dalam membeli kendaraan.

Kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65 persen menempatkan industri pembiayaan sebagai support system yang berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar di tahun lalu.

”Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.

Sepanjang tahun 2025 AISI berhasil mencatatkan penjualan kendaraan sepeda motor mencapai 6.412.769 unit dari target yang dicanangkan sebanyak 6,4 juta sampai dengan 6,7 juta unit.

Menurut dia, penjualan kendaraan sepeda motor di Indonesia setiap bulannya mencapai 535.000 unit.

Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat.

“Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit.

Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi 91,7 persen.

Sisanya 4,46 persen berasal dari jenis motor underbone, 3,51 persen tipe sport dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan