SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas 38 Tahun Menanti, Jalan Sungai Sapak–Sepandak Diresmikan

38 Tahun Menanti, Jalan Sungai Sapak–Sepandak Diresmikan

Ruas Jalan Sungai Sapak–Sepandak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, resmi diresmikan pada Sabtu (24/1/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Sambas resmi meresmikan ruas Jalan Sungai Sapak–Sepandak di Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, pada Sabtu (24/1/2026). Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat setelah menanti selama puluhan tahun untuk memiliki akses jalan yang layak.

Bupati Sambas, Satono, menyampaikan bahwa keberadaan jalan tersebut merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat Subah selama 38 tahun. Ia menegaskan, infrastruktur jalan ini akan membawa dampak besar terhadap peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi rakyat, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Harapan masyarakat yang sudah lama menunggu akhirnya terwujud. Jalan ini akan membuka banyak peluang dan mempercepat mobilitas warga,” ujar Bupati Satono.

Bupati Satono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum, serta Kepala Balai Jalan yang turut hadir dalam peresmian tersebut.

Menurutnya, kebahagiaan masyarakat tampak jelas dalam acara peresmian yang berlangsung penuh haru dan sukacita. Ia menyebut, proses pembangunan jalan ini sendiri telah melalui perjalanan panjang, termasuk penantian selama delapan tahun hingga akhirnya dapat direalisasikan.

“Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi banyak pihak. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerah kami,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Dr. Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons aspirasi masyarakat daerah.

Ia menilai, dukungan aktif dari pemerintah daerah, mulai dari bupati, camat, kepala desa, hingga seluruh elemen masyarakat, menjadi faktor penting dalam terwujudnya pembangunan tersebut.

“Jika dulu Subah dikenal sebagai wilayah yang sulit berkembang, hari ini Subah membuktikan diri telah berubah. Ini menjadi awal yang baik bagi percepatan pembangunan di daerah,” ungkap Herzaky.

Ia menambahkan, pembangunan konektivitas antarwilayah merupakan strategi utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Melalui akses jalan yang memadai, waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya bisa mencapai dua jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit.

Ia menyampaikan pembangunan ruas jalan ini dilaksanakan melalui Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur bersama Kementerian PUPR, dengan Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai pelaksana teknis.

Herzaky juga menyampaikan pesan dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Menteri PUPR kepada masyarakat Sambas agar menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Ia memastikan, pembangunan lanjutan akan terus diupayakan, termasuk rencana pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Ini bukan pembangunan terakhir. Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan