Gus Rijal Mumazziq Z Sampaikan Kisah Teladan Khidmah dan Barokah, Penguatan Aswaja di Musholla Nurul Islam Ngabang
Landak (Suara Kalbar) – Musholla Nurul Islam Pulau Bendu, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi saksi berlangsungnya penguatan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang disampaikan oleh ulama muda Nahdlatul Ulama asal Jawa Timur, Gus Rijal Mumazziq Z. Kegiatan ini diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Nurul Islam beserta berbagai unit yang ada, serta kader Fatayat NU Kabupaten Landak.
Dalam suasana yang khusyuk dan penuh kehangatan ruhani, Gus Rijal menyampaikan sejumlah kisah-kisah teladan para mujahid khidmah—ulama, guru, dan pejuang jam’iyah—yang sepanjang hidupnya istiqamah mengabdi tanpa pamrih. Melalui kisah-kisah tersebut, Gus Rijal menegaskan bahwa khidmah yang tulus akan melahirkan harokah yang kuat, dan dari harokah itulah Allah menurunkan barokah.
Ia menuturkan bahwa barokah tidak selalu hadir dalam bentuk materi, namun sering kali menjelma sebagai ketenteraman hidup, keberkahan usia, kemudahan dalam urusan, serta dianugerahi keturunan yang shalih dan shalihah—anak cucu yang tumbuh dalam kebaikan, kebahagiaan, dan kebermanfaatan bagi agama dan masyarakat.
“Banyak para masyayikh dan pendahulu kita yang hidupnya sederhana, tetapi dari khidmah mereka lahir generasi-generasi yang shalih, ilmunya bermanfaat, keluarganya bahagia, dan namanya harum hingga hari ini,” tutur Gus Rijal dalam mauidhahnya.
Ia mengajak seluruh peserta—khususnya para pendidik, tenaga kependidikan, dan kader Fatayat NU—untuk tidak lelah menanam kebaikan melalui pengabdian yang konsisten. Menurutnya, merawat Aswaja An-Nahdliyah adalah jalan panjang yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap khidmah yang diniatkan lillahi ta’ala tidak akan pernah sia-sia.
Kegiatan penguatan Aswaja ini menjadi ruang perenungan sekaligus penguatan spiritual, agar setiap peran yang dijalani di lingkungan pesantren dan organisasi NU senantiasa bernilai ibadah, menghidupkan harokah jam’iyah, serta mengundang barokah bagi diri, keluarga, dan generasi penerus.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






