SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif BYD Siapkan Dolphin G, Hatchback PHEV untuk Pasar Eropa

BYD Siapkan Dolphin G, Hatchback PHEV untuk Pasar Eropa

Siasati tarif impor, BYD siapkan hatchback Dolphin G Plug-in Hybrid (PHEV) khusus pasar Eropa yang rilis pada 2026 (Google)

Suara Kalbar – BYD, pabrikan otomotif raksasa asal Tiongkok, tengah mempersiapkan gebrakan besar di pasar Eropa dengan meluncurkan mobil hatchback plug-in hybrid (PHEV) terbarunya. Model yang dinamai Dolphin G ini direncanakan hadir untuk menemani model Dolphin EV yang sudah lebih dahulu beredar.

Langkah ini menunjukkan keseriusan BYD untuk menantang dominasi mobil-mobil kecil populer Eropa seperti VW Polo, Opel Corsa, dan Peugeot 208 di segmen pasar yang sangat kompetitif, sebuah pertarungan yang semakin memanas seiring dengan makin ketatnya persaingan mobil listrik di Benua Biru.  Dolphin G sendiri dijadwalkan akan diperkenalkan secara resmi di pasar Eropa pada tahun 2026.

“Dengan ukurannya yang masuk dalam kategori B-segment, mobil ini akan bersaing langsung dengan kendaraan-kendaraan hatchback kompak sekelas Renault Clio dan Volkswagen Polo, menawarkan kombinasi menarik antara efisiensi energi dan kepraktisan,tulis Drive, Sabtu (20/12/2025).

Keputusan BYD untuk memperkenalkan varian plug-in hybrid dari Dolphin, yang diberi kode “G”, disinyalir kuat sebagai langkah strategis untuk menghindari hambatan dagang di Uni Eropa. Saat ini, Uni Eropa menerapkan tarif impor yang cukup tinggi, sekitar 35 persen, terhadap kendaraan listrik murni (EV) buatan Tiongkok. Menariknya, tarif tinggi ini tidak diberlakukan terhadap kendaraan hibrida dan plug-in hybrid.

Dengan menawarkan Dolphin G sebagai PHEV, BYD secara cerdas menemukan celah untuk tetap kompetitif dalam hal harga jual. Strategi ini memungkinkan mereka mempertahankan daya saing produk tanpa terbebani bea masuk yang signifikan, berbeda dengan model Dolphin EV yang merupakan mobil listrik murni. Hal ini jelas menjadi kunci penting dalam upaya ekspansi global yang agresif dari BYD.

Meskipun detail spesifikasi lengkap belum diumumkan, mobil hatchback baru ini diharapkan menjadi model BYD pertama yang dirancang secara spesifik untuk pasar Eropa, bukan hanya diadaptasi dari model yang sudah ada di pasar Tiongkok.

“Presiden BYD, Stella Li, menegaskan bahwa Dolphin G adalah model perdana yang dikembangkan dengan fokus utama pada kebutuhan dan selera konsumen di Benua Biru,” jelas Drive.

Untuk urusan teknis, Dolphin G diperkirakan akan banyak mengadopsi teknologi dari SUV kompak PHEV, Atto 2 DM-i. Atto 2 PHEV ditenagai oleh mesin bensin 1.5 liter empat silinder yang bekerja bersama satu motor listrik, didukung oleh pilihan baterai 7,8 kWh atau 18,3 kWh. Dengan konfigurasi ini, Atto 2 mampu menghasilkan output listrik maksimum 156 kW.

Potensi peningkatan jarak tempuh listrik murni pada Dolphin G juga terbuka lebar berkat profil aerodinamisnya yang lebih baik dibandingkan SUV. Dengan potensi jangkauan listrik yang lebih jauh, Dolphin G akan semakin menarik sebagai mobil komuter harian yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, BYD merencanakan produksi lokal di Eropa. Pabrik baru BYD di Hongaria dijadwalkan mulai memproduksi Atto 1 dan Atto 2 pada tahun 2026, dan sangat mungkin Dolphin G akan segera menyusul di jalur produksi tak lama setelah peluncuran resminya. Produksi di dalam Uni Eropa ini bukan hanya mempercepat distribusi, tetapi juga menjadi strategi penting untuk menghindari segala bentuk tarif impor di masa depan dan menunjukkan komitmen BYD sebagai pemain lokal di pasar Eropa.

Menariknya, struktur tarif dan regulasi yang berbeda membuat Dolphin G kemungkinan besar tidak akan menjadi pilihan utama untuk pasar di luar Eropa, seperti Australia. Namun, bagi pasar-pasar lain yang juga mulai melihat pertumbuhan kendaraan plug-in hybrid, Dolphin G bisa menjadi sinyal penting bahwa BYD siap menyajikan teknologi ini secara global.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan