SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak PMI Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Se-Kalimantan Barat:, Cetak Penolong Pertama Andal Lewat Pelatihan 7 Hari

PMI Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Se-Kalimantan Barat:, Cetak Penolong Pertama Andal Lewat Pelatihan 7 Hari

Pelatihan pertolongan pertama se Kalimantan Barat yang digelar oleh PMI Kalbar.[Suarakalbar.co.id/Dea K Wardhana]

Pontianak (Suara Kalbar)- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat resmi membuka Pelatihan Pertolongan Pertama Tingkat Dasar dan Intermediate yang diikuti perwakilan PMI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat serta sejumlah mitra strategis. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 29 November hingga 6 Desember 2025, di Gedung PMI Provinsi Kalbar.

Ketua panitia, Very Budiman, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti berbagai unsur, di antaranya PMI Kabupaten/Kota se-Kalbar, BPBD Provinsi Kalbar, RS Antonius, RS Mitra Medika, RS Sudarso, RS Medika Jaya, PT Antam, serta Relawan Peduli Kemanusiaan.

“Adanya keterlibatan lintas instansi ini menunjukkan betapa pentingnya kemampuan pertolongan pertama dalam menghadapi kondisi darurat di berbagai sektor,” ujarnya kepada Jurnalis Suarakalbar.co.id, Minggu (30/11/2025) siang.

Pelatihan menghadirkan instruktur dari PMI Pusat dan PMI Provinsi Kalbar yang membawakan materi mulai dari teknik pertolongan pertama tingkat dasar hingga level intermediate.

Peserta dibekali keterampilan mulai dari penilaian korban, penanganan luka ringan, resusitasi jantung paru dasar, hingga penanganan kasus kompleks dan penggunaan peralatan saat kondisi gawat darurat.

Kegiatan telah dibuka secara resmi oleh Sekretaris PMI Kalbar, Abussamah,mewakili Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji.

Dalam sambutan Ketua PMI Kalbar yang dibacakan Abussamah, disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kompetensi di bidang pertolongan pertama.

“Kita hidup di dunia yang penuh dinamika. Kecelakaan, kondisi darurat medis, atau bencana dapat terjadi kapan saja dan seringkali tanpa terduga. Menit-menit pertama dalam situasi kritis adalah penentu utama antara hidup dan mati, antara pulih atau mengalami cacat permanen,” demikian isi sambutan Ketua PMI Kalbar.

Beliau menegaskan bahwa peran seorang penolong pertama sangat vital, karena tindakan cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis profesional tiba.

Pelatihan ini dirancang luas, mulai dari tingkat dasar bagi pemula hingga tingkat intermediate yang lebih mendalam.

Ketua PMI Kalbar juga berharap para peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menguasai keterampilan teknis dan memiliki kepercayaan diri untuk menjadi garda terdepan dalam setiap insiden kedaruratan di lingkungan masing-masing.

“Manfaatkan waktu pelatihan ini seoptimal mungkin. Jangan ragu bertanya, berdiskusi, dan serap setiap sesi praktik. Ilmu pertolongan pertama harus melekat dalam ingatan dan tertanam dalam tindakan,” demikian pesan beliau.

Melalui pelatihan intensif selama tujuh hari ini, PMI Kalbar menargetkan lahirnya penolong pertama yang berkompeten, terlatih, dan berdedikasi tinggi.

Para pelatih dititipkan amanah untuk membimbing peserta dengan penuh kesabaran dan profesionalisme.

Dengan mengucap syukur dan doa bersama, pelatihan pertolongan pertama PMI Kalbar Tahun 2025 secara resmi dinyatakan dibuka.

“Semoga seluruh peserta dapat menyerap ilmu dengan baik, menjadi agen keselamatan bagi lingkungan sekitar, serta terus membawa spirit kemanusiaan di mana pun berada,” tutup sambutan Ketua PMI Kalbar.

Penulis: Dea K Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan