Plafon Ambruk di SMA Negeri 3 Nanga Pinoh, DPRD Melawi: Keselamatan Siswa Tidak Boleh Diabaikan
Melawi (Suara Kalbar)- Ambruknya plafon ruang kelas SMA Negeri 3 Nanga Pinoh di Desa Nanga Kayan terus menuai perhatian berbagai pihak.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Melawi, Widya Rima, angkat suara dan meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera mengambil langkah serius memastikan keselamatan para siswa saat kegiatan belajar berlangsung.
Dalam keterangannya, Widya Rima menegaskan bahwa pembangunan dan pengelolaan SMA memang berada sepenuhnya di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Ini kewenangan provinsi terkait kegiatan tersebut. Namun kami meminta kepada Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, untuk memastikan kondisi keamanan bagi siswa-siswa SMA Negeri 3 pada saat jam belajar,” tegasnya saat dikonfirmasi Jurnalis Suarakalbar.co.id, Sabtu (22/11/2025).
Meski Bukan Wewenang Kabupaten, ungkap Widya, Siswa yang bersekolah disitu merupakan Anak Melawi. Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengakui bahwa secara struktur pemerintahan, SMA/SMK memang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi, bukan pemerintah kabupaten. Namun demikian, menurutnya, hal itu tidak mengurangi tanggung jawab moral DPRD Kabupaten Melawi untuk menyoroti dan mengawasi permasalahan tersebut.
“Betul kewenangannya bukan di pemerintah kabupaten. Tapi yang bersekolah di sana adalah anak-anak kita, siswa-siswi dari daerah kita. Jadi keselamatan dan kenyamanan mereka tetap menjadi perhatian kami,” jelas Widya Rima.
Menurutnya, kejadian ini tidak boleh dianggap insiden biasa karena menyangkut nyawa dan keselamatan peserta didik. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dari pemprov Kalbar, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi.
“Jangan tunggu sampai ada kejadian yang membahayakan siswa. Pemprov harus memastikan sekolah tersebut benar-benar aman,” kata Widya.
Terpisah, Agung salah seorang warga Melawi menilai bahwa ambruknya plafon ruang kelas pada SMA Negeri 3 Nanga Pinoh yang baru dibangun belum sampai dua tahun merupakan sinyal serius adanya persoalan kualitas konstruksi.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi agar segera mengirim tim teknis untuk memeriksa seluruh struktur bangunan SMA Negeri 3 Nanga Pinoh, termasuk pemeriksaan ulang seluruh bangunan, perbaikan menyeluruh, serta evaluasi terhadap pelaksana proyek.
“Ini bukan hanya soal proyek. Ini soal keamanan anak-anak kita yang setiap hari berada di sekolah. Bisa dibayangkan, jika kejadian ambruk plafon terjadi saat jam belajar, mungkin bisa menimbulkan korban. Pemerintah Provinsi harus segera turun tangan,”tutupnya.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana






