SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Fortuna, Tempat Sewa Buku yang Bertahan di Tengah Gempuran Digital

Fortuna, Tempat Sewa Buku yang Bertahan di Tengah Gempuran Digital

Penyewaan Buku Fortuna, Pontianak. [SUARAKALBAR.CO.ID/Meriyanti]

Pontianak (Suara Kalbar)- Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi saat ini, keberadaan tempat penyewaan buku menjadi sesuatu yang langka. Generasi muda kini lebih banyak memilih untuk membeli buku secara langsung atau membaca melalui platform digital seperti e-book.

Uniknya, Memasuki sebuah gang kecil di Pontianak, kamu akan menemukan sebuah tempat penyewaan buku dan komik yang telah berdiri selama lebih dari 25 tahun. Lokasinya persis di Jalan Kutilang, Gang Kutilang Maju nomor 51b. Buku dan suasana disini membawamu seperti memasuki sebuah mesin waktu, di mana kamu akan merasa seperti kembali ke masa lalu.

Tempat ini diberi nama Penyewaan Buku Fortuna oleh sang pemilik bernama Giman yang kini berusia 64 tahun. Giman mengaku memulai penyewaan buku ini karena kesukaannya pada membaca.

“Dulu saya kerja, gajinya buat beli buku. Ujung-ujungnya bingung sendiri, sampai ribuan,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Karena banyaknya buku yang bertumpuk di rumah, Giman memilih untuk membuka penyewaan buku dan komik miliknya, agar masyarakat yang suka membaca dapat menyewa buku-buku miliknya.

Hingga kini Giman memiliki koleksi sekitar enam ribu buku bahkan lebih, sebagian buku yang dimilikinya dijual karena keterbatasan ruang untuk menyimpannya.

“Yang lama-lama itu sebagian udah saya jual soalnya lokasinya juga udah ngga muat,”

Penyewaan Buku Fortuna ini kebanyakan didominasi oleh komik dan novel lawas, diantaranya seperti komik detektif Conan, Naruto, hingga novel-novel seperti roman picisan yang terbit tahun 1980-an.

Giman menjelaskan bahwa selama ini ada beberapa orang yang menawarkan untuk membeli buku-bukunya, tetapi ia menolak dengan prinsip bahwa siapapun dapat membaca buku disini.

“Yang mau beli banyak sih, tapi aku ngga mau jual, kalau bukunya dibeli nanti mau baca orang-orang harus cari kemana, jadinya aku pertahankan,” ujarnya.

Buku-buku di rak Penyewaan Buku Fortuna sebagian sudah berusia lebih dari 40 tahun, ia mengaku buku bukan hanya sekedar bacaan tapi juga nostalgia.

Salah satu koleksi unik dimiliki Penyewaan Buku Fortuna adalah seri novel “Rajawali Lembah Huai” Karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo yang sudah berusia puluhan tahun, buku tersebut masih ditulis dengan mesin ketik dan masih dengan cetakan lawas.

Giman mengingat bahwa dulu dirinya bukan satu satunya orang yang membuka penyewaan buku di Pontianak, akan tetapi seiring berjalannya waktu peminat makin berkurang, tempat-tempat penyewaan buku lainnya harus tutup.

Giman bahkan tidak tahu lagi tempat penyewaan buku yang masih buka di Pontianak selain dirinya.

“Di Pasar Mawar dulu ada tiga lantai penuh buku. Sekarang sudah tutup semua,” ujarnya.

Hingga kini, Penyewaan Buku Fortuna masih dapat kamu datangi, tempat ini dibuka dari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB, ia juga dapat buka lebih awal jika memang ada pengunjung yang datang dan dirinya sedang di rumah.
Harga sewa buku pun relatif murah dari Rp 3.000 hingga Rp 7.000, para penyewa wajib memberikan kartu identitas sebagai jaminan sewa buku.

Melalui Penyewaan Buku Fortuna, tergambar jelas perjuangan dan kecintaan Giman terhadap dunia literasi. Berkat dedikasinya, tempat kecil di sudut Jalan Kutilang ini mampu bertahan hingga kini.

Penulis: Meriyanti

Komentar
Bagikan:

Iklan