Waspada Mikroplastik! Ancaman Tersembunyi bagi Ibu Hamil dan Janin
Suara Kalbar – Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari 5 milimeter yang kini banyak mencemari udara, tanah, dan air.
Berbagai penelitian terbaru menunjukkan mikroplastik telah ditemukan di hampir seluruh lapisan lingkungan, termasuk dalam air hujan dan rantai makanan manusia.
Paparan mikroplastik dikhawatirkan berdampak serius terhadap kesehatan, terutama dalam jangka panjang. Bagi ibu hamil, risiko ini menjadi lebih berbahaya karena partikel plastik mikro dapat menembus sistem tubuh dan berpotensi masuk ke dalam aliran darah, jaringan plasenta, bahkan janin.
Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke Janin?
Terdapat beberapa jalur utama bagaimana mikroplastik dapat masuk ke tubuh ibu hamil hingga mencapai janin seperti berikut ini.
1. Terhirup dari udara
Udara yang telah terkontaminasi mikroplastik dapat terhirup dan masuk ke paru-paru. Dari sana, partikel halus ini bisa mengalir bersama darah dan berpotensi mencapai janin melalui plasenta.
2. Melalui makanan dan minuman
Mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terpapar plastik. Partikel tersebut dapat menumpuk di saluran pencernaan, menembus jaringan tubuh, lalu diteruskan ke plasenta dan akhirnya ke janin.
3. Kontak langsung melalui kulit
Paparan mikroplastik bisa terjadi melalui kontak langsung dari bahan sintetis, seperti pakaian atau peralatan rumah tangga. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel masuk melalui pori-pori kulit, folikel rambut, atau luka kecil.
4. Peredaran ke janin melalui darah
Begitu masuk ke tubuh, mikroplastik dapat beredar melalui aliran darah ibu hamil dan terbawa ke plasenta, jalur utama penyalur nutrisi dan oksigen untuk janin. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya partikel ini berpindah dalam sistem biologis manusia.
Cara Pencegahan Paparan Mikroplastik bagi Ibu Hamil
Untuk melindungi kesehatan ibu dan janin, penting mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan sehari-hari.
- Pilih produk bebas plastik
Gunakan peralatan rumah tangga dan kebutuhan pribadi yang minim atau bebas plastik. Pilih wadah dari bahan kaca, logam, atau bambu yang lebih aman dan tidak melepaskan partikel mikroplastik ke makanan maupun minuman.
- Kurangi makanan dan minuman olahan
Produk olahan umumnya dikemas dalam plastik dan berisiko mengandung mikroplastik. Sebisa mungkin, konsumsi makanan segar dan masak sendiri untuk mengurangi paparan dari kemasan sekali pakai.
- Gunakan filter air
Air minum merupakan salah satu sumber utama paparan mikroplastik. Pasang filter air berkualitas di rumah untuk menyaring partikel halus sebelum air dikonsumsi.
- Pastikan ventilasi rumah yang baik
Debu rumah tangga juga bisa mengandung mikroplastik. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik dan rutin dibersihkan agar partikel plastik tidak menumpuk di udara.
- Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik
Pemanasan dapat menyebabkan plastik melepaskan partikel mikroplastik dan bahan kimia berbahaya. Gunakan wadah kaca atau keramik saat memanaskan makanan di microwave atau oven.
- Pilih produk kecantikan dan perawatan tubuh bebas mikroplastik
Beberapa produk seperti scrub wajah, sabun mandi, atau pasta gigi mengandung microbeads, butiran plastik kecil. Selalu baca label dan pilih produk yang mencantumkan keterangan bebas mikroplastik atau eco friendly.
- Perbanyak konsumsi makanan segar
Buah, sayuran, dan bahan makanan segar bukan hanya bergizi tinggi, tetapi juga lebih aman dari paparan plastik. Gunakan tas belanja kain dan wadah sendiri untuk menghindari kontak dengan kemasan plastik.
- Gunakan pakaian dari serat alami
Pakaian berbahan sintetis seperti nilon atau poliester dapat melepaskan mikroplastik setiap kali dicuci. Beralihlah ke bahan alami, seperti katun, linen, atau wol untuk mengurangi pelepasan partikel plastik ke lingkungan.
Mikroplastik kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia, terutama bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Dengan memahami bagaimana mikroplastik masuk ke tubuh serta menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana, risiko paparan dapat diminimalkan.
Sumber: Beritasatu.com






