SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Beras untuk 5 Juta Keluarga

KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Beras untuk 5 Juta Keluarga

Ilustrasi- Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA

Jakarta (Suara Kalbar)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) beras ke lebih dari 5 juta keluarga penerima manfaat (KPK). Pendalaman dilakukan saat penyidik KPK memeriksa tiga saksi pada hari ini, Senin (20/10/2025) di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketiga saksi ini adalah Paulus Moroopun Hayon selaku general affair (GA) manager PT Dosni Roha, Joseph Sulistijo selalu direktur PT Amanat Perkasa Speed, dan Rully Firmansyah selaku warehouse manager PT Amanat Perkasa Speed atau Total Logistik (2013-2022).

Mereka menjadi saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020.

“Didalami terkait mekanisme perolehan pekerjaan subkon dalam penyaluran bansos beras untuk keluarga penerima manfaat pada PKH 2020,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Budi menjelaskan, dalam perkara ini PT DR Group mendapatkan proyek pendistribusian kepada 5 juta lebih keluarga penerima paket bansos, yang tersebar di 15 provinsi.

“Pendistribusian tersebut sebagian dari total 10 juta paket bansos untuk keluarga penerima yang tersebar di 34 provinsi. Pendistribusian dilakukan pada September hingga November 2020,” jelas Budi.

KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Dedy Rahman selaku kepala subdivisi pelayanan publik divisi perencanaan operasional dan pelayanan publik Perum Bulog. Hanya saja, yang bersangkutan tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan