Fenomena Alergi Gluten, Tak Semua Roti Aman Dikonsumsi
Suara Kalbar – Kasus tentang alergi gluten atau sempat ramai dibicarakan di media sosial beberapa waktu lalu.
Hal ini bermula dari insiden sebuah toko roti yang mengklaim menjual produk bebas gluten (gluten free), tetapi ternyata klaim tersebut tidak benar.
Seorang konsumen melaporkan anaknya mengalami reaksi alergi berupa ruam dan pembengkakan setelah mengonsumsi roti yang disebut bebas gluten.
Kasus ini semakin kuat setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan gluten dalam produk tersebut.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengenali alergi gluten atau intoleransi terhadap protein ini? Berikut ini penjelasan lengkapnya yang dikutip dari Healthline, Kamis (16/10/2025).
Apa Itu Gluten?
Gluten adalah protein alami yang terdapat dalam biji-bijian, seperti gandum, barley, dan rye. Pada sebagian orang, konsumsi gluten dapat memicu reaksi negatif dalam tubuh, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga penyakit autoimun yang disebut celiac disease.
Menurut penelitian, sekitar 1% populasi dunia menderita penyakit celiac, sedangkan 0,5%–13% lainnya mengalami sensitivitas gluten non-celiac dengan gejala yang lebih ringan.
Penyakit celiac termasuk gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dinding usus halus saat seseorang mengonsumsi gluten. Kondisi ini merusak sistem pencernaan dan menghambat penyerapan nutrisi penting.
Gejala Umum Penyakit Celiac
Beberapa tanda alergi gluten atau penyakit celiac yang umum dijumpai antara lain:
1. Gangguan pencernaan
Penderita biasanya mengalami diare, sembelit, perut kembung, dan feses berbau menyengat. Hal ini terjadi karena lapisan usus yang rusak tidak mampu menyerap zat gizi dengan optimal.
2. Kelelahan dan anemia
Kerusakan usus menyebabkan penyerapan zat besi terganggu, sehingga tubuh mengalami anemia defisiensi besi. Gejalanya meliputi tubuh lemah, mudah lelah, dan wajah tampak pucat.
3. Masalah kulit
Sebagian orang mengalami ruam gatal atau lepuhan pada kulit yang dikenal sebagai dermatitis herpetiformis, salah satu tanda khas penyakit celiac.
4. Gangguan suasana hati
Intoleransi gluten juga bisa berdampak pada kondisi psikologis, seperti mudah cemas, murung, atau depresi. Hal ini berkaitan dengan gangguan mikrobioma usus dan perubahan hormon yang memengaruhi emosi.
5. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Tubuh yang tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik akan mengalami penurunan berat badan meski tanpa diet atau aktivitas fisik berlebih.
Sensitivitas Gluten Non-Celiac
Selain penyakit celiac, ada pula sensitivitas gluten non-celiac, yaitu kondisi ketika seseorang tidak memiliki gangguan autoimun, tetapi tetap mengalami reaksi negatif setelah mengonsumsi gluten. Gejalanya dapat berupa:
- Perut kembung dan nyeri setelah makan makanan berbahan gandum.
- Sakit kepala atau migrain berulang.
- Rasa lelah berkepanjangan.
- Gangguan konsentrasi atau brain fog.
- Nyeri pada otot dan sendi tanpa sebab jelas.
- Ruam pada kulit.
Cara Mengenali dan Menangani Alergi Gluten
Jika Anda mencurigai mengalami alergi gluten, berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan dan menanganinya:
1. Perhatikan pola makan
Catat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul setelahnya. Hindari produk berbahan gandum atau olahan tepung terigu jika memicu reaksi negatif.
2. Kumpulkan data secara rutin
Buat catatan harian berisi waktu makan, jenis makanan, serta reaksi tubuh. Hal ini membantu mengenali pola konsumsi dan gejala yang muncul.
3. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi
Bawalah catatan tersebut saat berkonsultasi. Dokter dapat menganalisis gejala dan menentukan apakah Anda mengalami intoleransi gluten atau celiac disease.
4. Lakukan pemeriksaan medis lanjutan
Tes darah, uji antibodi, atau biopsi usus mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan jenis gangguan dan tingkat keparahannya.
5. Sesuaikan pola makan dan gaya hidup
Setelah penyebab pasti diketahui, hindari makanan pemicu dan ikuti saran medis. Pola makan bebas gluten dapat membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Dengan pemantauan yang tepat dan penanganan sesuai anjuran medis, gejala alergi gluten dapat dikendalikan. Penderita tetap bisa hidup sehat dan produktif asalkan memperhatikan asupan makanan serta menjaga pola hidup seimbang.
Gluten memang tidak berbahaya bagi semua orang, tetapi bagi mereka yang sensitif, kewaspadaan dan kesadaran terhadap kandungan makanan menjadi kunci utama menjaga kesehatan pencernaan dan kualitas hidup.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






