PLN Dorong Pertanian Modern Sambas Lewat Listrik Produktif
Sambas (Suara Kalbar) – PT PLN (Persero) UP3 Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Listrik Produktif untuk Pertanian, Kamis (28/8/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tebas.
Acara ini diikuti kelompok tani dari sejumlah desa di Kabupaten Sambas. Materi yang diberikan meliputi edukasi keselamatan ketenagalistrikan, konversi mesin pompa berbahan bakar diesel ke listrik, hingga pemanfaatan listrik untuk penggilingan padi. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya pertanian modern yang hemat energi, ramah lingkungan, dan sejalan dengan konsep electrifying agriculture.
Manager PLN UP3 Singkawang, Martinus Irianto Pasensi, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan energi bersih guna mendukung produktivitas masyarakat pedesaan.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong petani bertransformasi dari penggunaan energi berbasis fosil menuju listrik yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan berdaya saing. Konsep electrifying agriculture diharapkan mampu menghadirkan pertanian yang lebih modern, efisien, serta membuka peluang usaha baru bagi para petani,” jelas Martinus.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, A. Mubarak, S.STP, M.Si, mengapresiasi langkah PLN yang dinilai sejalan dengan agenda transformasi sektor pertanian daerah.
“Dengan adanya sosialisasi ini, para petani di Kabupaten Sambas dapat menyongsong era pertanian modern dengan lebih optimis. Pemanfaatan listrik produktif bukan hanya meningkatkan efisiensi usaha tani, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pemanfaatan listrik harus menjadi katalis pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian.
“PLN ingin memastikan bahwa listrik tidak hanya hadir untuk penerangan rumah tangga, tetapi juga menjadi motor penggerak produktivitas masyarakat. Melalui electrifying agriculture, petani Sambas dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus menekan biaya operasional. Kami percaya, senyum para petani hari ini adalah energi bagi kami untuk terus melayani lebih baik dan mendukung terwujudnya ekonomi hijau,” ungkap Maria.
Kegiatan ini turut menghadirkan sesi testimoni dari petani penerima manfaat, seperti Sukiman dan Gunawan, yang merasakan penurunan biaya operasional sekaligus peningkatan produktivitas setelah beralih ke pemanfaatan listrik produktif.
Sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan kelompok tani diharapkan semakin mempercepat terwujudnya pertanian modern di Kabupaten Sambas. Konsep electrifying agriculture membuktikan bahwa energi listrik tidak hanya menjadi penerang kehidupan, tetapi juga penggerak produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Maria/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






