SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sintang Lintas Ketungau Hulu, Moda Transportasi Rintisan yang Jadi Andalan

Lintas Ketungau Hulu, Moda Transportasi Rintisan yang Jadi Andalan

Tim Liputan Ekspedisi Patriot di Ketungau Hulu, Sintang

Sintang (Suara Kalbar) Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dikenal sebagai salah satu kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia yang memiliki medan perjalanan yang penuh tantangan. Jalanan rusak, jembatan kayu yang rapuh, serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi sering kali membuat mobilitas masyarakat tidak mudah. Namun, sejak tahun 2024, hadir sebuah inisiatif lokal yang kini menjadi salah satu penopang utama kebutuhan transportasi masyarakat: Lintas Ketungau Hulu (LKH).

LKH bukan sekadar jasa travel, melainkan harapan baru bagi warga Ketungau Hulu untuk terhubung dengan pusat-pusat ekonomi di Balai Karangan, Sintang, hingga Pontianak. Kehadiran transportasi ini membuat masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan selama 3–4 jam terlebih dahulu ke Balai Karangan hanya untuk mencari angkutan umum.

Berawal dari Inisiatif Anak Muda

Cikal bakal LKH dimulai oleh Andri, seorang warga yang pada 2024 melihat peluang sekaligus kebutuhan mendesak di bidang transportasi, khususnya di Ketungau Hulu. Melihat kesulitan yang dihadapi masyarakat setiap kali hendak bepergian atau mengirimkan barang, Andri memutuskan untuk menyediakan layanan angkutan mobil yang bisa menjemput dan mengantar langsung ke tujuan.

Langkah Andri kemudian diikuti oleh sejumlah rekannya: Efrans, Shel, Yunatan, Berto, Yosua, Ridho, Alex, Juenli, dan Deo. Kehadiran mereka membuat jaringan transportasi LKH semakin luas. Meski jumlah unit kendaraan tidak sebanyak di kota besar, keberadaan mereka mampu menjawab kebutuhan transportasi lintas desa di Ketungau Hulu.

“Dulu kalau ke Sintang atau Pontianak harus ke Balai Karangan dulu, perjalanan jauh dan melelahkan,” ujar Shelmi Harnas, yang akrab disapa Shel, salah satu anggota LKH.

Transportasi Fleksibel, Sesuai Kesepakatan

Tidak seperti bus antarkota yang punya jadwal keberangkatan tetap, LKH beroperasi dengan cara yang lebih fleksibel. Waktu keberangkatan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penumpang dan sopir. Sistem ini dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang aktivitasnya sering menyesuaikan kondisi lapangan, terutama cuaca.

Menariknya, LKH tidak hanya melayani penumpang. Tidak jarang warga menitipkan barang atau kebutuhan rumah tangga untuk dibelikan di Balai Karangan melalui travel ini. Dengan begitu, warga tak perlu lagi bersusah payah menempuh perjalanan yang panjang di jalan yang rusak.

“Kadang kalau musim hujan, mobil tidak bisa masuk desa karena jalanan licin dan becek berlumpur. Jadi, penumpang harus jalan keluar dulu ke jalur utama. Itu tantangannya, tapi kami tetap berusaha maksimal,” ungkap Shel kepada tim Ekspedisi Patriot yang meneliti perekonomian Ketungau Hulu.

Ekspedisi Patriot Menyimak Denyut Transportasi Lokal

Kehadiran LKH juga menarik perhatian Tim Ekspedisi Patriot, sebuah tim riset dari Universitas Indonesia yang berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura. Tim yang diketuai oleh Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, M.A. ini tengah melakukan pemetaan kelembagaan ekonomi masyarakat di Ketungau Hulu.

Dalam salah satu perbincangan, tim yang terdiri dari Y. P. Kristyanto, Shakila Sania Parsa, Jefriansyah Agus Astanto, dan Zainal Arifin itu mendalami peran transportasi lokal dalam mendukung perekonomian masyarakat. Mereka melihat bagaimana LKH tidak hanya membuka akses perjalanan, tetapi juga memperlancar distribusi kebutuhan sehari-hari, bahkan turut memengaruhi aktivitas ekonomi pedesaan. Secara tidak langsung, LKH turut menciptakan sirkulasi ekonomi yang menguntungkan banyak pihak.

“Transportasi seperti LKH ini turut menyokong denyut kehidupan ekonomi di perbatasan. LKH bukan sekadar alat mobilitas, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan akses-akses lain yang lebih luas,” ujar Dr. Rias.

Lebih dari Sekadar Angkutan

Peran LKH semakin terasa penting saat musim penghujan tiba. Di saat jalan berlumpur dan sulit dilewati, LKH tetap berusaha memberikan layanan terbaik. Fleksibilitas dan keuletan para pengemudi inilah yang membuat mereka jadi andalan transportasi di Ketungau Hulu.

Penulis: Tim Ekspedisi Patriot

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan