SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Wawako Pontianak Bahasan Imbau Warga Teliti Saat Membeli Beras, Cek Takaran dan Kualitas

Wawako Pontianak Bahasan Imbau Warga Teliti Saat Membeli Beras, Cek Takaran dan Kualitas

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Saat Meninjau Sejumlah Distributor Beras di Kota Pontianak.[SUARAKALBAR.CO.ID/Frajar]

Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dan waspada dalam membedakan produk asli dan palsu, khususnya dalam hal komoditas kebutuhan pokok seperti beras. Hal ini disampaikannya menyusul kekhawatiran akan beredarnya beras oplosan yang dikemas menyerupai beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kita berharap masyarakat cerdas untuk membedakan mana asli mana palsu. Sekarang banyak hal yang dilakukan (oknum tidak bertanggung jawab), maka kita mengajak masyarakat kalau ada indikasi kepalsuan terhadap komoditi sembilan bahan pokok bisa melaporkan ke kami sehingga bisa ditindaklanjuti,” ujar Bahasan usai meninjau distributor beras, Selasa (22/08/25).

Ia menegaskan, jika hal seperti ini dibiarkan, maka dapat sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, bisa saja beras-beras oplosan menggunakan kemasan SPHP untuk meyakinkan pembeli agar tampak seperti produk resmi dan berkualitas.

“Kalau ini dibiarkan sangat merugikan masyarakat. Bisa saja beras-beras SPHP itu ada beras oplosan yang menggunakan packing SPHP untuk meyakinkan konsumen. Di Kota Pontianak sampai saat ini belum ditemukan seperti itu,” jelasnya.

Untuk itu, Bahasan meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli beras, terutama dari distributor atau tempat penjualan yang belum dikenal. Ia juga mengingatkan pentingnya mengecek kondisi beras dan memastikan kesesuaian timbangan agar tidak dirugikan.

“Saya berharap seluruh masyarakat berhati-hati dalam membeli beras di distributor manapun. Dicek kecukupan timbangannya, dicek kondisi berasnya, sehingga terhindar dari manipulasi atau adanya beras oplosan palsu. Jangan sampai kejadian seperti oli palsu terulang di bahan pokok,” pungkasnya.

Penulis: Fajar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan