SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Landak Menelusuri Kekayaan Wisata Budaya Kabupaten Landak: Warisan Sejarah, Adat, dan Kuliner Tradisional

Menelusuri Kekayaan Wisata Budaya Kabupaten Landak: Warisan Sejarah, Adat, dan Kuliner Tradisional

Rumah Betang Kabupaten Landak [int]

Landak (Suara Kalbar)  – Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyimpan kekayaan budaya yang begitu beragam, mulai dari situs-situs bersejarah, adat istiadat yang masih dilestarikan, hingga kuliner tradisional yang menggugah selera. Potensi ini menjadikan Landak sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang patut untuk dikunjungi.

Salah satu ikon budaya paling menonjol di kabupaten ini adalah Keraton Ismahayana Landak. Keraton ini dulunya merupakan pusat pemerintahan dan kebudayaan Kesultanan Landak. Di dalamnya tersimpan berbagai benda bersejarah, dokumen kuno, serta silsilah para raja yang mencerminkan peran penting kerajaan dalam perjalanan sejarah Kalimantan Barat. Pengunjung dapat menyaksikan langsung jejak-jejak masa lalu yang memperkaya pengetahuan tentang sejarah lokal.

Tak kalah menarik adalah keberadaan Rumah Adat Suku Dayak, yang menjadi simbol kuat kehidupan masyarakat Dayak di Landak. Rumah adat ini memiliki arsitektur khas, dibangun dari bahan-bahan alami, dan sarat dengan makna filosofis. Mengunjungi rumah adat ini memberikan wawasan langsung tentang kehidupan komunal, nilai-nilai adat, serta kerajinan tangan khas Dayak.

Wisata budaya di Landak juga tak lengkap tanpa menyaksikan berbagai upacara adat yang masih rutin digelar oleh masyarakat, seperti Gawai Dayak yang disebut Naik Dango. Perayaan ini merupakan bentuk syukur atas hasil panen, dan biasanya diramaikan dengan tarian tradisional, musik etnik, serta ritual adat yang sarat nilai spiritual. Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan kearifan lokal.

Selain itu, wisata kuliner tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan khas seperti bontokng (beras gundul yang dibungkus daun), tumpi’ (olahan ketan yang digoreng mirip bakwan), dan sop mie kuning dengan kuah rempah yang kaya rasa. Tak ketinggalan, ada juga rotikap, kue khas Melayu Landak, serta tempoyak, fermentasi durian yang menjadi pelengkap menu tradisional.

Untuk melengkapi perjalanan budaya, para wisatawan juga bisa mengunjungi situs-situs sejarah lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Landak. Situs-situs ini menjadi penanda perkembangan sejarah lokal dari masa ke masa, sekaligus memperkaya pemahaman akan dinamika budaya dan sosial di Kalimantan Barat.

Dengan segala keunikan dan kekayaan yang dimilikinya, Kabupaten Landak menawarkan pengalaman wisata budaya yang autentik dan mendalam. Tak hanya memanjakan mata dan lidah, kunjungan ke Landak juga membuka cakrawala tentang nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakatnya. Sebuah perjalanan yang bukan sekadar rekreasi, tapi juga refleksi atas warisan budaya bangsa.

Sumber: Berbagai sumber

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan