Kopi Garco, Kopitiam yang Siap jadi Ruang Ekspresi Anak Muda di Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Di tengah derasnya persaingan bisnis warung kopi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dijuluki sebagai kota seribu satu warung kopi, sebuah kopitiam bernama Kopi Garco atau Garap Coffee hadir bukan sekadar menjual minuman, tetapi juga menawarkan ruang kreatif bagi anak muda untuk berekspresi.
Wahyu, salah satu owner Kopi Garco, membagikan kisah di balik keputusannya kembali menekuni bisnis kopi.
“Sebenarnya kalau untuk usaha warung kopi ini, ini bukan kali pertamanya ya. Saya terjun lah di dunia kopi itu dari tahun 2013, itu dengan abang sepupu, buka warung kopi di daerah Danau Sentarum sampai 2015,” ujar Wahyu pada Sabtu (05/07/2025).
Setelah sempat menjadi barista di salah satu coffee shop pada 2016, Wahyu kembali membuka coffee shop kecil di rumah bersama seorang teman pada 2021. Hingga akhirnya, pada Januari 2022, ia bergabung dengan Garap Coffee yang dirintis oleh temannya, Romy.
“Romy ngajak join, ‘Ayolah Bang join ke sini, gimana biar kita naikkan lagi Garap Kopi ini,’ segala macam. Akhirnya dari bulan kemarin saya memutuskan, oke boleh lah saya ikut gabung. Udah lama juga gak bikin kopi segala macamnya,” terang Wahyu.
Garap Coffee yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Pontianak, dipilih bukan tanpa alasan. Terlebih lagi saat momen-momen menjelang hari raya, kawasan ini selalu ramai karena menjadi pusat perbelanjaan, membuat kedai kopi ini menjadi tempat persinggahan para pengantar belanja, termasuk dari kalangan instansi dan pekerja.
“Kota Baru ini nggak ada matinya sih sebenarnya. Mau jam 24.00, jam 01.00 WIB pun masih ramai orang,” ungkap Wahyu.
Saat ini, Kopi Garco masih mengandalkan menu kopi tradisional. Namun, dalam waktu dekat mereka akan memperluas menu-menu dari kopi mesin. Kopi mesin yang dimaksud adalah minuman berbasis espresso seperti cappuccino, americano, dan long black. Menu ini ditargetkan hadir mulai bulan depan untuk melengkapi pilihan pelanggan.
Lebih dari sekadar tempat ngopi, Garap Coffee perlahan menjelma menjadi ruang alternatif ekspresi anak muda Pontianak. Sejak awal berdirinya, tempat ini sering menjadi lokasi berkumpul kawan-kawan dan komunitas.
“Bahkan dulu sempat pernah diadakan acara band di dalam sini. Waktu acara itu, kita ngundang UMKM yang jualan baju, ada juga yang buka distro, buka di sini jualan, memperkenalkan produk-produk mereka masing-masing,” kata Wahyu.
Karya-karya dari para fotografer dan pelukis Pontianak juga pernah dipajang di dinding kedai, dan hingga kini masih bisa dilihat pengunjung.
“Lukisannya masih ada di belakang, fotonya juga masih ada, masih kita pajang,” tambahnya.
Ke depan, Garap Coffee akan lebih aktif menggandeng komunitas dan memberikan ruang bagi kreativitas.
“Mungkin tempat ini bisa dipakai untuk kegiatan atau apapun, entah pameran atau segala macam. Mungkin kita bisa support tempat untuk diadakan acara itu,” pungkasnya.
Penulis: Maria
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






