Kongsi Panggung Jadi Ruang Ekspresi Musisi Lokal Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar)- Iklim musik di Kalimantan Barat menyimpan potensi besar dan terus menunjukkan perkembangan yang menarik. Hal ini terlihat dari banyaknya band lokal di Pontianak yang aktif melahirkan karya-karya baru. Namun, agar bisa terus tumbuh, para musisi ini membutuhkan ruang untuk tampil dan berinteraksi dengan publik.
Kongsi Panggung menjadi salah satu wadah yang memberikan kesempatan itu. Digagas oleh Kardja Kopi, Arthoz, dan Belantara Studio, acara ini kembali digelar untuk yang ketujuh kalinya pada Rabu (16/07/2025) di Kardja Kopi jalan Putri Dara Hitam, Pontianak.
Dikemas dalam format gigs kecil yang intim, Kongsi Panggung menghadirkan suasana dekat antara musisi dan penonton.
Taufan selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan tampil untuk band atau individu yang ingin menampilkan karya musiknya.
“Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya pengen buat panggung sendiri, jadi kalau teman-teman band yang ingin manggung tapi belum punya panggung, silakan main disini, jadi kongsi panggung itu terbuka buat teman-teman musisi main disini,” ujarnya.
Selain itu, Taufan berharap melalui kegiatan Kongsi Panggung ini ekosistem musik di Kota Pontianak semakin hidup.
“Jadi makin sering teman-teman manggung, makin sering teman-teman rekaman, jadi ekosistem musiknya semakin hidup lah,” tambahnya.
Taufan mengungkapkan bahwa kegiatan Kongsi Panggung hingga saat ini belum menjadi kegiatan rutin dilaksanakan. Akan tetapi ia berharap kegiatan ini akan terus eksis di Kota Pontianak.
“Sebenarnya kita ngga jadwal rutin seperti seminggu sekali gitu, jadi lebih ke kapan kita sempat mengadakan kegiatan ini, yang pasti musisi yang tampil itu berganti-ganti terus,”
“Kita berharapnya kegiatan ini dapat terus berjalan, hingga nanti kongsi panggung yang ke 10, ke 20 sampai seterusnya,” ujarnya.
Selain itu, Kajol dan Dagu dari Band Stupid Kid yang tampil di Kongsi Panggung mengapresiasi kegiatan ini. Mereka mengungkapkan bahwa event-event seperti ini memberikan mereka kesempatan untuk tampil dan lebih dekat dengan pendengar lagu-lagu mereka.
“Dengan adanya event seperti ini, kita lebih dekat dengan kawan-kawan, lebih banyak kenal pendengar-pendengar baru, sekalian juga memperkenalkan karya kita,” ujar Kajol.
Kajol mengungkapkan bahwa antusias para penonton juga membuat ia dan teman-teman lebih senang dan lebih semangat membuat karya yang lebih banyak.
“Antusiasnya bikin kita Happy, kita juga sudah berkarya lama, kita band jaman SMA jadi sekitar udah 20 tahun, dan udah ganti-ganti personel juga, tapi punya rasa tanggung jawab dengan karya jadi kita jalanin saja,” tambahnya.
Para musisi juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah untuk mewadahi band-band lokal Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar dalam memajukan industri musik daerah.
Menurut mereka, selama ini dukungan pemerintah terhadap industri musik lokal masih sangat minim. Karena itu, mereka berharap pemerintah bisa lebih terlibat secara langsung dalam pengembangan musik lokal, baik melalui penyediaan panggung, pembinaan, maupun akses ke industri yang lebih luas.
Kongsi panggung sendiri hingga saat ini sudah berjalan hingga ke 7 kalinya, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk siapa saja dapat menampilkan karya musiknya di atas panggung ini.
“Musisi di Kalbar itu banyak dan bagus-bagus, jadi sayang banget kalau mereka ngga dapat tempat untuk tampil, dengan adanya kongsi panggung ini harapannya industrinya hidup pendengarnya nambah, lebih banyak yang suka dan mendukung,” tutur Taufan.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






