SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Rutin Gotong Royong Bangun Gapura, Parit Haji Husin II Tampak Indah Saat Ramadhan

Rutin Gotong Royong Bangun Gapura, Parit Haji Husin II Tampak Indah Saat Ramadhan

Gapura indah yang dibangun secara gotong royong oleh para pemuda Jalan Parit Haji Husin II Pontianak Tenggara. (Suarakalbar.co.id/Iqbal)

Pontianak (Suara Kalbar) – Kumpulan pemuda dari masyarakat jalan Parit Haji Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak setiap tahun pada bulan Ramadhan selalu bergoring royong untuk mempercantik tempat tinggal mereka, yang mereka lakukan adalah saling membantu membangun sebuah gapura (gerbang) yang dihiasi dengan lampu yang memanjakan mata.

Kegiatan ini sudah mereka lakukan sejak tahun 2022, dengan bantuan dana dari masyarakat sekitar, mereka dapat membangun sebuah gapura dengan tinggi hingga belasan meter serta panjang hingga delapan meter.

Ridwan yang merupakan ketua pelaksana pembangunan gapura yang juga sebagai ketua pemuda sekitar mengatakan, bahwa pembangunan gapura ini bertujuan untuk memeriahkan bulan suci ramadhan.

“Dengan adanya pembuatan gapura ini, tentunya kita ingin memeriahkan bulan suci ramahdan saja,” Kata Ridwan pada Kamis (13/03/2025).

Ia kemudian mengatakan bahwa pembangunan gapura ini sudah dilakukan sejak tahun 2022 yang lalu dan telah berjalan hingga sekarang dan mungkin seterusnya.

“Kita sudah berjalan empat tahun rutin membangun gapura ramadhan ini. Mengenai dana kami disini dari para pemuda sumbangan sukarela, masyarakat, dan alhamdulillah respon dari mereka sangat senang untuk memberikan bantuan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pembangunan gapura ini tidak ada kendala apapun namun permasalahanya hanya pada cuaca karena untuk membuat gapura ini banyak menggunakan listrik dan itu harus dipertimbangkan.

“Kemudian untuk pengerjaan kurang lebih satu minggu, paling terkendala cuaca saja, kalau sudah musim hujan agak susah pembuatanya takut berbahaya karena banyak menggunakan lampu,” jelasnya.

Dikatakanya lagi bahwa desain tiap tahunya berubah-ubah dari mulai bentuk hingga tema yang agak berbeda tiap tahunya.

“Kita sendiri untuk bahan yang digunakan adalah kayu bintangor, serta untuk modelnya kita sesuaikan dengan tema tiap tahun,” pungkasnya.

Penulis: Iqbal Meizar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan