SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kuliner Kue Otere-Otere Khas Makassar Laris Manis Selama Ramadhan

Kue Otere-Otere Khas Makassar Laris Manis Selama Ramadhan

Kue otere-otere khas Makassar. (Beritasatu.com/Irfandi)

Makassar (Suara Kalbar)- Kue otere-otere, camilan khas Makassar berbentuk tali tambang, mengalami lonjakan permintaan selama Ramadan 2025. Kue yang terkenal dengan teksturnya yang renyah dan rasa manis ini bahkan menjadi sajian khas saat Idulfitri.

Salah satu industri rumahan di Jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, kewalahan memenuhi pesanan yang terus meningkat.

Kue otere-otere dibuat dari bahan utama tepung terigu, gula pasir, dan minyak curah. Proses pembuatannya dimulai dengan mencampur tepung terigu dan mentega hingga membentuk adonan.

Setelah itu, adonan dipadatkan menggunakan mesin pres sebelum dipotong dan dibentuk menyerupai lilitan tali tambang. Tahap akhir, adonan digoreng hingga berwarna kecokelatan, lalu dilapisi dengan gula pasir untuk memberikan rasa manis yang khas.

Setelah selesai, kue ini dikemas dalam berbagai ukuran dan siap untuk dipasarkan.

“Bahan pokok tepung terigu, gula dan minyak curah. Adapun bahan tambahan tidak kami sampaikan detail,” ujar pemilik industri rumahan kue otere-otere, Muhammad Yusuf,  melansir dari Beritasatu.com, Selasa(11/3/2025).

Menurutnya penjualan kue otere-otere selama Ramadan meningkat hingga 30% dibandingkan hari biasa. Yusuf bahkan menghabiskan 500 kilogram tepung terigu dalam sehari karena tingginya permintaan.

“Sudah banyak permintaan namun kami terbatas pada produksi. Sudah ada 1.000 kilogram yang sudah didistribusikan,” sebutnya.

Omzet industri rumahan kue otere-otere milik Yusuf yang sudah berdiri sejak sejak 1980-an selama Ramadan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Alhamdulillah kalau bulan Ramadan dari tahun ke tahun ada peningkatan. Dulu berkisar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, dan di bulan Ramadan bisa sampai ratusan juta,” tuturnya.

Harga kue otere-otere dibanderol mulai Rp 25 ribu untuk kemasan setengah kilogram, hingga Rp 155 ribu untuk kemasan ukuran 5 kilogram.

Pesanan kue otere-otere tidak hanya dari Makassar, namun banyak juga datang dari luar Sulawesi Selatan hingga Papua.

Disebut kue otere-otere lantaran bentuknya menyerupai tali tambang yang dalam bahasa Makassar disebut otere.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan