SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Bug di Google Maps, Pengguna Keluhkan Tujuan Acak Saat Navigasi

Bug di Google Maps, Pengguna Keluhkan Tujuan Acak Saat Navigasi

Seorang sopir taksi online mengalami kecelakaan (inset) karena mengandalkan Google Maps. (IST/IST)

Suara Kalbar  – Google Maps kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna melaporkan gangguan yang cukup membingungkan. Beberapa orang mengaku bahwa aplikasi ini tiba-tiba menampilkan alamat tujuan yang tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya. Masalah ini terutama dialami oleh pengguna yang mengandalkan Google Maps untuk navigasi sehari-hari.

Dilansir dari Beritasatu.com, Kamis (13/3/2025), laporan terbanyak datang dari pengguna Android Auto. Mereka mengeluhkan bahwa aplikasi sering merekomendasikan lokasi acak yang tidak sesuai dengan riwayat perjalanan mereka. Bahkan, kesalahan ini berpotensi membuat pengguna salah arah saat berkendara.

“Keluhan ini bukan kasus terisolasi. Dalam forum Google, banyak pengguna mengalami hal yang sama di mana  aplikasi menampilkan alamat berbeda dan acak setiap kali dibuka di Android Auto. Anehnya, meskipun tujuan yang disarankan keliru, fitur navigasi tetap berfungsi normal,” sebut Autoevolution.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab utama dari bug tersebut. Namun, mayoritas laporan datang dari pengguna ponsel Samsung Galaxy yang telah memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Seorang spesialis komunitas Google tengah mengumpulkan data tambahan untuk menyelidiki masalah ini, meski belum ada kepastian kapan perbaikannya akan dirilis.

Di tengah keluhan ini, Google tetap berupaya meningkatkan layanan dengan menambahkan fitur baru. Salah satunya adalah fitur laporan insiden yang kini tersedia di Android Auto. Sebelumnya, fitur ini hanya bisa ditemukan di Waze, tetapi kini pengguna Google Maps dapat melaporkan bahaya di jalan secara lebih praktis, termasuk opsi pelaporan keberadaan polisi yang lebih sederhana.

Spekulasi pun berkembang bahwa Google mungkin akan menggabungkan Waze dan Google Maps di masa depan. Namun, hingga saat ini, keduanya tetap dipertahankan sebagai aplikasi terpisah dengan fungsi yang berbeda. Waze lebih fokus pada laporan lalu lintas secara real-time, sementara Google Maps menjadi platform navigasi all-in-one.

Meski terus mengalami perkembangan, bug yang menyebabkan tujuan acak di Google Maps masih menjadi keluhan utama pengguna. Hingga ada pembaruan resmi dari Google, pengguna disarankan untuk selalu memverifikasi tujuan yang muncul sebelum memulai perjalanan agar terhindar dari kesalahan navigasi.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan