SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang Baznas Singkawang Sebar Relawan untuk Sosialisasi dan Distribusi Zakat

Baznas Singkawang Sebar Relawan untuk Sosialisasi dan Distribusi Zakat

Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi (ANTARA

Singkawang (Suara Kalbar)- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengerahkan para duta atau relawan zakat untuk mendistribusikan zakat serta menyosialisasikan pentingnya zakat, infak, dan sedekah di berbagai instansi, sekolah, serta masjid di wilayah setempat.

“Minimal 50 masjid yang akan didatangi para duta atau relawan zakat untuk menyampaikan materi tentang amaliah Ramadhan khususnya zakat, infaq dan sedekah,” kata Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi di Singkawang, melansir dari ANTARA, Minggu(2/3/2025).

Menurutnya, ada lima orang duta zakat yang diutus Baznas Singkawang. Untuk satu orang bisa mendatangi 10 masjid sehingga lima orang bisa menjangkau 50 masjid.

Sedangkan untuk program pendistribusian, menurutnya Baznas Singkawang sudah menyelesaikan tahapannya.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Singkawang, Baharudin mengatakan, dalam pendistribusian zakat, pihaknya mengedepankan prinsip aman syar’i, aman NKRI dan aman regulasi.

“Dalam penyalurannya, Baznas Singkawang tetap mengikuti 8 asnaf yang lebih besar penyalurannya kepada fakir dan miskin,” kata Baharuddin.

Yang mana dalam penyalurannya kepada fakir dan miskin ada sekitar 60-70 persen. Bentuk bantuannya berupa sembako sebanyak 1000 paket dengan masing-masing paket senilai Rp300 ribu.

Kemudian, bantuan bedah rumah dan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi fakir miskin.

“Untuk bantuan bedah rumah tentu dananya lebih besar daripada rehab rumah. Yang mana besaran untuk bedah rumah sekitar Rp20 juta, sedangkan bantuan rehab disesuaikan dengan bagian rumah yang rusak untuk diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, Baznas Singkawang juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak sekolah dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi khususnya dari kalangan yang kurang mampu. Termasuklah bantuan skripsi bagi mahasiswa sebesar Rp3 juta.

Kemudian, bantuan disabilitas dalam bentuk kursi roda dan lain-lain sesuai dengan kebutuhannya. Selanjutnya, bantuan anak-anak/bayi stunting, bantuan untuk musafir atau perantau yang tersesat, muallaf khususnya di Singkawang Timur dan Selatan.

“Untuk pembinaan muallaf ini jumlahnya ada sebanyak 50 orang untuk masing-masing kecamatan. Bantuannya kami bagi dalam per semester,” ujarnya.

Guna meningkatkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah di Baznas, dia mengimbau kepada Muslim untuk mau membayarkan zakatnya di Baznas atau Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang sudah ada.

“Karena bagaimanapun antara zakat dan sholat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Dia mengajak kepada seluruh Muslim yang mampu serta pihak-pihak swasta untuk mau membayarkan zakatnya dalam rangka bersama-sama meringankan beban fakir miskin khususnya di Kota Singkawang.

“Target kita selalu tinggi, karena jika dihitung dari jumlah Muslim yang ada di Kota Singkawang diperkirakan bisa mencapai belasan milyar setahun. Tapi inikan baru 1 Milyar saja, padahal Baznas Singkawang sudah maksimal memberikan pemahaman mengenai zakat, infak dan sedekah,” katanya.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan