SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Sport PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di Ajang SEA Games

PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di Ajang SEA Games

Ketua Umum PB Perkemi, Laksamana Madya TNI (Purn.) Agus Setiadji (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di peringatan HUT PB Perkemi ke-59 di Pusdiklat Shorinji Kempo, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (2/2/2025). SUARAKALBAR.CO.ID/ANTARA

Suara Kalbar– Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) Laksamana Madya TNI (Purn.) Agus Setiadji, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya agar kempo kembali dipertandingkan di ajang SEA Games setelah sempat absen.

“Saat ini WSKO (World Shorinji Kempo Organization) sedang berupaya untuk masuk dalam organisasi TAFISA (The Association For International Sport for All), bagian dari IOC (International Olympic Committee), supaya bisa di internasionalisasi Shorinji Kempo,” ujar Agus Setiadji di Pusdiklat Shorinji Kempo Pondok Gede, Bekasi, Minggu (2/2/2025).

Shorinji Kempo yang dulunya dianggap sebagai olahraga budaya telah berkembang menjadi olahraga profesional, sehingga induk organisasinya harus berafiliasi dengan IOC atau organisasi turunannya.

“Apabila dari pihak tuan rumah nanti, misalkan Thailand, Indonesia, atau negara lain yang mau memasukkan Shorinji Kempo sebagai cabang olahraga, Alhamdulillah kita bisa dapat prestasi lebih banyak lagi,” tambahnya dilansir dari ANTARA.

Diketahui, Kempo terakhir kali dipertandingkan di SEA Games pada 2013 di Myanmar. Pada SEA Games 2011 di Indonesia, kempo menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dengan hasil gemilang yakni meraih juara umum dengan koleksi delapan medali emas, tujuh perak, dan satu perunggu.

Namun, kempo tidak lagi masuk dalam daftar cabang olahraga pada SEA Games selanjutnya termasuk di SEA Games edisi 2025 di Thailand. Kempo baru bisa didaftarkan untuk SEA Games di masa depan.

Meski begitu, PB Perkemi tetap mengupayakan agar dapat mengirim kenshi-kenshi terbaik Indonesia untuk melatih para kenshi di lingkungan Asia Tenggara. Upaya ini dilakukan mengingat dominasi atlet kempo Indonesia di kawasan Asia Tenggara yang menjadi pertimbangan olahraga tersebut tidak dipertandingkan di SEA Games.

Untuk memperluas pengaruh dan meningkatkan kompetisi, PB Perkemi juga aktif melakukan kunjungan ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, Kamboja, dan selanjutnya Brunei, Filipina, dan lain-lain.

Pada 2021, PB Perkemi juga sempat meminta dukungan pemerintah untuk bisa mengikuti SEA Games 2023 di Kamboja. Namun, kempo belum berhasil masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan