KPU Mempawah Kalbar Helat FGD Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024
Mempawah (Suara Kalbar) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mempawah Kalimantan Barat menghelat Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024.
FGD yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan hingga awak media ini berlangsung di Kafe K@’TAMB Mempawah, Kamis (27/2/2025).
Dalam FGD, KPU Mempawah turut menghadirkan sejumlah narasumber, perwakilan forkopimda, Bawaslu, aparat penegak hukum dan tim pasangan calon pada Pilkada 2024.
Di sela-sela kegiatan, Ketua KPU Mempawah Lutfiadi mengatakan, pelaksanaan Pilkada di Mempawah telah selesai. Namun ada catatan baik secara teknis maupun pelaksanaan yang menjadi pembahasan pokok.
“Karena itu kami mengundang pihak terkait untuk mendengarkan saran dan masukan hingga kritik untuk pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada ke depan,” ungkapnya.
Menurut Lutfiadi, masukan yang diterima dalam FGD ini sangatlah penting untuk ditindaklanjuti KPU Mempawah.
Salah satunya adalah penurunan partisipasi pemilih antara Pemilihan Umum dan Pilkada.
“Adanya penurunan partisipasi pemilih hingga 56 persen pada Pilkada 2024, tentu menjadi catatan dan evaluasi bagi kami,” ujarnya lagi.
Ia menyebut bahwa penurunan partisipasi pemilih tersebut disebabkan banyak variabel.
“Misalnya, karena adanya pengurangan jumlah TPS, tapi di sisi lain (pengurangan TPS) juga berdasarkan regulasi yang harus dilaksanakan KPU Mempawah,” ungkapnya.
Selain itu, tidak hadirnya pemilih dikarenakan tidak adanya undangan mencoblos (C6) di TPS juga menjadi faktor penurunan partisipasi pemilih.
“Sebab masyarakat merasa apabila tidak mendapatkan C6, mereka malas untuk hadir ke TPS. Padahal secara aturan, pencoblosan dapat dilakukan meskipun tanpa C6, dengan aturan dan persyaratan tertentu,” bebernya.
Nah, atas dinamika masyarakat yang seperti ini, Lutfiadi mengatakan tentu akan menjadi bahan penelitian dan evaluasi KPU Mempawah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






