Dedikasi Nadia Tjoa untuk Pendidikan Anak Pengungsi Melalui Learn Beyond Borders
Jakarta (Suara Kalbar)- 2nd Runner Up Miss Universe Indonesia 2024, Nadia Tjoa, tidak hanya dikenal lewat prestasinya di dunia modeling, tetapi juga melalui dedikasinya pada isu sosial, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan komunitas pengungsi.
Salah satu kontribusi nyata Nadia diwujudkan lewat organisasi yang didirikannya, Learn Beyond Borders, yang berfokus memberikan akses pendidikan kepada anak-anak kurang mampu dan pengungsi.
“Terutama aku punya organisasi namanya Learn Beyond Borders. Itu fokus untuk memberikan edukasi pada anak-anak yang kurang mampu, juga dari kaum yang terpinggirkan, seperti pengungsi,” kata Nadia melansir dari ANTARA, Jumat(11/10/2024).
Learn Beyond Borders merupakan sebuah organisasi yang berfokus untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari komunitas yang kurang mampu, termasuk pengungsi.
Nadia percaya bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar, tanpa memandang latar belakang, dan berhak mendapatkan akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan.
Di luar pencapaiannya di ajang kecantikan seperti Miss Grand Indonesia dan Supermodel Indonesia, Nadia memiliki dedikasi yang mendalam terhadap pendidikan, khususnya bagi kaum yang terpinggirkan.
Pengalaman pribadi Nadia turut membentuk komitmennya terhadap isu pengungsi. Ia tumbuh besar dengan kenangan bagaimana keluarganya, sebagai keturunan Tionghoa-Indonesia, pernah terpaksa meninggalkan Indonesia akibat kerusuhan pada tahun 1999.
Nadia dan keluarganya harus pindah ke China selama setahun demi keamanan. Pengalaman inilah yang menumbuhkan empati yang mendalam terhadap nasib para pengungsi, khususnya anak-anak.
“Waktu kecil, saya pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi pengungsi. Saat kerusuhan tahun 1999, keluarga saya pindah ke China. Saat itu, saya merasakan sendiri bagaimana anak kecil yang tidak tahu apa-apa harus ikut keluarganya pindah ke negara lain. Ini membuat saya semakin memahami betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak dari komunitas pengungsi,” ungkap Nadia.
Nadia berharap dengan platform yang diberikan oleh Miss Universe Indonesia, ia bisa meningkatkan kesadaran publik terhadap isu pengungsi.
Selain melalui Learn Beyond Borders, Nadia juga aktif bekerja sama dengan berbagai organisasi sosial lainnya, seperti “Roshan Learning Center”, “Suaka”, dan “UNHCR”.
Keterlibatan Nadia di berbagai organisasi ini membawanya ke berbagai negara seperti Indonesia, Kanada, dan Jepang, di mana ia terus memperjuangkan hak pendidikan bagi komunitas-komunitas pengungsi.
Nadia percaya bahwa pendidikan adalah alat yang paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan dan ketidakadilan, terutama bagi mereka yang terpaksa meninggalkan tanah airnya.
Selain itu, menurut dia anak-anak pengungsi sering kali kehilangan akses atas pendidikan, dan itu berdampak besar pada masa depan mereka, sehingga ia ingin memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Meskipun pernah terpaksa meninggalkan Indonesia, Nadia tetap memiliki kecintaan yang besar terhadap tanah airnya. Setelah situasi di Indonesia membaik, keluarganya memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena ikatan emosional.
“Saya lahir di Indonesia dan sangat mencintai negara ini. Setelah tinggal di China selama setahun, kami kembali karena Indonesia adalah rumah kami,” ujarnya.
Nadia berharap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia, baik melalui Miss Universe maupun kegiatan sosial yang dijalankan.
Dengan semangat yang besar dan visi yang jelas, Nadia Tjoa siap menginspirasi banyak orang dengan dedikasinya terhadap pendidikan, pemberdayaan, dan kemanusiaan.
Melalui platform Miss Universe Indonesia, ia berharap dapat mendorong perubahan positif dan menyuarakan isu-isu yang sering kali terabaikan, khususnya bagi komunitas pengungsi di seluruh dunia.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






