Kolaborasi Masyarakat, Dunia Usaha, dan Pemerintah Kunci Pembangunan Kalbar
Pontianak (Suara Kalbar) – Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Barat, Fanny Meivyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan di Kalimantan Barat.
Fanny menyatakan bahwa peran ketiga sektor ini sangat krusial untuk memastikan pembangunan berjalan lancar. Masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah menjadi tiga sektor penting yang harus berkolaborasi dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung terwujudnya pembangunan di Kalimantan Barat.
Fanny juga menyoroti dampak positif kolaborasi ini, khususnya dalam dunia usaha. Pengusaha yang menjadi wajib pajak memainkan peran penting.
“Kalau perusahaan macet atau tidak membayar pajak akan berpengaruh kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Fanny Meivyanto saat dijumpai usai Forum di Kantor Jasa Raharja, Senin (05/07/2024).
Sementara, Kepala UPT PPD Pontianak Wilayah I, Edy Gunawan menyampaikan bahwa peran pihak swasta sangat membantu dalam peningkatan PAD. Ia mengumumkan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang memberikan bebas denda administrasi, khususnya untuk kendaraan logistik dengan ketentuan khusus.
Dalam tahap ini, peran pihak swasta sangat membantu dalam peningkatan PAD. Edy menekankan bahwa kendaraan angkutan memiliki kontribusi yang signifikan dari segi pajak daerah.
“Kendaraan angkutan itu cukup besar dari segi pajak daerah, maka kita cari cara terbaik untuk pelaku usaha agar memanfaatkan bebas denda administrasi dengan tepat,” tutupnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah, diharapkan pembangunan di Kalimantan Barat dapat terus berlanjut dengan baik, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






