Pengusaha Sabun Cuci Piring Sukses dengan KUR Bank Kalbar
Pontianak (Suara Kalbar)- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalbar semakin memanfaatkan skema permodalan dari pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar untuk memperluas usaha mereka.
Neni, seorang produsen sabun cuci piring, mengungkapkan bahwa keberhasilannya dalam mengembangkan usahanya berkat permodalan dari KUR Bank Kalbar. Dengan adanya KUR, ia mampu mengembangkan usaha dari yang awalnya tidak punya apa-apa menjadi mampu membeli ruko.
“Keberhasilan saya mengembangkan usaha ini adalah berkat permodalan dari KUR Bank Kalbar melalui KUR. Dengan adanya KUR dari tidak punya apa-apa, usaha saya bisa berkembang dan bisa beli ruko karena memanfaatkan pinjaman KUR Bank Kalbar tersebut,” katanya melansir dari ANTARA, Selasa(30/07/2024).
Neni menjelaskan bahwa awalnya ia memproduksi sabun cair MonLight dengan bantuan suami dan orang tuanya sebanyak 2.000 botol ukuran 450 mililiter per bulan. Namun, sejak mendapatkan KUR dari Bank Kalbar pada 2022, produksinya meningkat menjadi 7.000 botol per bulan, belum termasuk sabun cair dalam kemasan 5 liter.
“Untuk pasarnya kami melayani pesanan sabun cair pencuci piring untuk warung-warung di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, Sintang serta beberapa daerah lainnya. KUR Bank Kalbar sangat membantu pelaku UMKM,” ucap dia.
Peran KUR Bank Kalbar juga disampaikan pelaku UMKM lainnya, Muhammad Nurkholis. Ia membuka usaha bugar refleksi yang berawal dari nol hingga mengepakkan sayap usaha di empat lokasi berkat adanya modal KUR Bank Kalbar.
“Sejak 2022 lalu gunakan KUR Bank Kalbar. Awalnya pinjam sekitar Rp10 juta dan hingga kini terus berkembang. Usaha juga berkembang, alhamdulillah sudah ada 48 karyawan,” ucap dia.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi menyebutkan hingga kini penyaluran KUR Bank Kalbar sudah mencapai Rp353,807 miliar. Pihaknya terus berkomitmen membantu pelaku usaha untuk mengembangkan dan memajukan UMKM melalui penyaluran KUR.
“KUR terus kita maksimalkan penyalurannya dengan layanan yang mudah dan cepat. Dengan KUR ini kita bersama mendorong pelaku UMKM di Kalbar tetap tumbuh dan maju,” ucap dia.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Kalbar mencatat penyaluran KUR di Provinsi Kalbar Januari hingga Mei 2024 sudah mencapai Rp1,881 triliun untuk 26.238 debitur. Angka itu mengalami peningkatan sekitar Rp523,01 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp1,358 triliun.
Penyaluran KUR terbesar sampai dengan periode tersebut masih terdapat di Kota Pontianak dengan penyaluran sebesar Rp248,49 miliar untuk 2.761 debitur dan diikuti oleh Kabupaten Kubu Raya dengan penyaluran sebesar Rp238,34miliar untuk 3.407 debitur.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






