Tentukan Kemajuan Kebudayaan Kalbar, Pemerintah Diminta Aktif Jadi Fasilitator
Pontianak (Suara Kalbar)- Para seniman, pelaku seni, praktisi, dan budayawan se-Kalimantan Barat laksanakan dialog lintas generasi, bahas transformasi dan arah baru kebudayaan di Kalimantan Barat bersama pemerintah.
Selain diskusi, peserta dari 14 kabupaten kota se- Kalbar juga diajak menyusuri sungai Kapuas. Menikmati musik tanjidor sembari mengeksplorasi makna ketergantungan pelaku seni pada sungai. Secara harfiah, sungai menjadi titik awal eksistensi manusia. Sebagian peradaban dimulai dari sungai hingga menjadi warisan budaya.
Staf Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, dan Koalisi Seni Indonesia yang bergerak dalam kerja advokasi kebijakan seni budaya juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut untuk merumuskan arah pemajuan kebudayaan daerah.
Kegiatan itu diinisiasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan XII Wilayah Kalbar. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah sebagai salah satu stakeholder ekosistem kebudayaan, diajak untuk berperan lebih aktif sebagai fasilitator dengan memberikan ruang kepada komunitas untuk merancang, mengurasi, dan melaksanakan inisiatif kegiatan kebudayaan.
Penggiat budaya, Gusti Enda mengatakan sebelumnya, pemerintah bertindak sebagai eksekutor. Namun dalam aturan terbaru, peran pemerintah diubah menjadi fasilitator bagi para mitra kolaboratif. Mitra itu adalah para seniman, pelaku seni, dan kelompok-kelompok seni budaya yang ada Kalimantan Barat.
Salah satu amanatnya, yakni menyusun pokok pikiran kebudayaan daerah yang menjadi indikator dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan Daerah. Dokumen ini harus mengacu pada UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Perpres No. 114/2022 mengenai Strategi Kebudayaan.
“Semoga ini bisa menjadi ruang komunikasi antar komunitas, institusi, lembaga, organisasi yang bergerak di bidang seni budaya dalam mendorong percepatan pembangunan kebudayaan,” harap Gusti Enda.
Sebagai langkah konkret dalam pertemuan ini, diinisiasi lah pembentukan Badan Musyawarah Pemajuan Kebudayaan Kalimantan Barat. Badan ini akan jadi jembatan proses dialog, menentukan posisi, dan nilai tawar penguatan ekosistem kebudayaan di Kalimantan Barat. Termasuk garda terdepan dalam melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.
“Kegiatan ini menjadi pertemuan bersejarah bagi peristiwa kebudayaan Kalimantan Barat di mana terjadi pertemuan lintas generasi, ajang silaturahmi, dan menandai keberagaman budaya yang terus tumbuh di Kalimantan Barat sebagai bentuk perluasan praktik baik dan mengakar pada ekosistem lokal yang berkelanjutan dan inklusif,” tutup Enda.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






