Panglima TNI: Rumah Terdampak Ledakan Gudmurah Akan Diberikan Ganti Rugi

Cluster Visalia, Kota Wisata Cibubur, Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA)

Bogor (Suara Kalbar)- Setelah ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, warga Cluster Visalia, Kota Wisata Cibubur, merasakan dampak yang cukup signifikan.

Sekretaris Pengurus Cluster Visalia, Aldi Setiadi, mengadakan pertemuan antar warga untuk menyatakan sikap mereka terkait kejadian tersebut.

Aldi Setiadi menyampaikan bahwa ledakan tersebut telah menyebabkan trauma psikologis pada anak-anak mereka. Banyak anak yang mengalami kesulitan tidur dan trauma setelah menyaksikan kobaran api dan ledakan tersebut, terutama karena ledakan pertama terjadi saat mereka sedang berbuka puasa.

“Ledakan terjadi mengakibatkan trauma psikologis kepada anak-anak kita. Kebanyakan anak anak itu, ya berdasarkan obrolan (dengan orangtuanya), mereka tidak bisa tidur, trauma,” ujarnya melansir dari ANTARA, Senin(1/4/2024).

Ia mengungkapkan, anak-anak sempat histeris saat terjadi kobaran api dan kepulan asap serta suara ledakan beruntun. Terlebih, ledakan pertama terjadi saat sedang mereka sedang berbuka puasa.

“Karena (anak-anak) kita juga lagi ada acara Ramadhan di klaster komplek dari jam 5 sore sampai jam 6 dan lanjut buka puasa. Mereka sangat trauma sekali karena melihat ledakan dan api yang besar sekali,” ungkap Aldi.

Mereka meminta treatment khusus untuk menangani dampak traumatik pada anak-anak mereka.

“Yang kedua kita juga minta adanya birokrasi koordinasi antara pihak institusi terkait dengan pengembang Visalia dimana kita pada saat kita ingin huni tempat ini memang kita tidak diberi tahu bahwa adanya gudang peluru di sekitar tempat tinggal kami,” ujarnya.

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu mencatat sebanyak 31 rumah mengalami kerusakan terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Data sementara ada 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak/bolong,” ungkap Asmawa.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Asmawa mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan terhadap rumah yang rusak.

“Tentu akan didata terlebih dahulu lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar untuk tindak lanjut penanganan,” ujar Asmawa.

Sementara, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut rumah warga yang terdampak akibat kebakaran Gudmurah akan diberikan ganti rugi.

“Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti,” ungkap Agus.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS