Kisah Riduan yang Lima Tahun Tekuni Usaha Penyediaan Air Tawar di Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Musim kemarau di Mempawah Kalimantan Barat membawa berkah tersendiri bagi Riduan, 44 tahun, warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir.
Maklum, Riduan yang membuka usaha pencetakan batu bata, gorong-gorong dan pembuatan tempayan ini juga menyediakan layanan suplai air bersih/air tawar bagi masyarakat.
Sudah lazim sejak dulu, jika beberapa hari tak diguyur hujan, masyarakat beberapa wilayah di Mempawah mulai kesulitan air bersih/air tawar untuk mandi dan mencuci.
Air Sungai Mempawah yang biasanya tawar, pelan-pelan berubah menjadi asin karena intrusi air laut.
Saat ditemui belum lama ini, Riduan terlihat tengah menyedot air tawar di sungai kecil depan BP2TD Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.
“Hari ini ada pelanggan di Desa Penibung yang pesan air. Jadi mumpung air laut belum masuk, saya sedot di sini (depan BP2TD Mempawah),” ujarnya.
Dalam menjalankan usaha air bersih/air tawar ini, Riduan bermodalkan mobil pick up, tangki air 2.000 liter, selang panjang belasan meter dan mesin pompa.
“Untuk seputaran Mempawah, saya jual air ini hanya Rp 130 ribu. Isi tangkinya 2.000 liter, atau kira-kira bisa dimuat ke 8 tempayan,” jelasnya.
Jika Mempawah dilanda musim panas/kemarau cukup panjang, Riduan biasa melayani 10 pesanan air bersih.
“Sedangkan di cuaca normal, biasa 2-3 kali pesanan ke berbagai tempat,” jelasnya.
Soal sumber air, Riduan mengaku punya banyak pilihan lokasi. Misalnya kawasan BP2TD, kawasan PDAM Mempawah di Tanjung Berkat.
“Jika intrusi air laut sangat parah, pilihan terakhir saya nyedot air di sungai Desa Sejegi,” paparnya.
Usaha pelayanan air bersih ini sudah lima tahun ditekuni. Meski demikian, ia tempat fokus pada usahanya mencetak batu bata, gorong-gorong, hingga pembuatan tempayan.
Bagi masyarakat yang butuh air bersih, Riduan mempersilakan untuk menghubungi dirinya di Nomor HP 0816-4546-6345.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






