Wabup Wafat, Bupati Mempawah Erlina Tak Kuasa Menahan Tangis
Mempawah (Suara Kalbar) – Bupati Mempawah Erlina tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kata pengantar pada prosesi pelepasan jenazah Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi menuju ke tempat peristirahatan terakhir.
Prosesi pelepasan jenazah yang digelar Pemerintah Kabupaten Mempawah itu berlangsung di rumah jabatan Wakil Bupati Mempawah Jalan Raden Kusno, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Minggu (21/1/2024) pagi.
Wabup Muhammad Pagi wafat saat tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit KPJ Kuching, Sarawak, Malaysia, Sabtu (20/1/2024) pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 12.00 WIB.
Bupati Erlina awalnya terlihat tegar. Namun beberapa saat memberikan kata pengantar, pelan-pelan ia tak kuasa lagi menahan tangis.
“Kita semua telah kehilangan seorang pemimpin yang baik, seorang pemimpin yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran, setia kepada pemerintah dan bekerja keras dalam mengemban tugas negara yang menjadi tanggung jawabnya,” ucap Erlina.
Selain itu, sosok Muhammad Pagi adalah pemimpin yang selalu tampil dalam setiap perubahan, dan juga seorang pegawai negeri yang sukses dengan kegigihannya.
“Dan almarhum juga sosok hamba Allah yang taat, memiliki empati dan selalu membantu sesama yang membutuhkan bantuan,” ungkap Erlina lagi.
Almarhum Wabup Muhammad Pagi adalah sosok tauladan yang baik, tidak hanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, melainkan juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepada pihak keluarga, Bupati Erlina yang mewakili masyarakat dan Pemkab Mempawah, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Wabup Muhammad Pagi.
“Kepada seluruh hadirin yang hadir di sini, maupun seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah, mari kita bersama memanjatkan doa, semoga almarhum wafat husnul khatimah, amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni atas segala kekhilafannya, serta ditempatkan di sisi terbaikNya,” imbuh Erlina.
Selain itu, selaku manusia biasa, almarhum semasa hidupnya tentu tak luput dari segala kesalahan atau kehilafan. Untuk itu, Bupati Erlina meminta agar para hadirin maupun masyarakat untuk dapat mengikhlaskan dan memaafkan.
Ia juga berharap seluruh keluarga besar almarhum Wabup Muhammad Pagi senantiasa bersabar dan tetap tabah atas ketetapan Allah SWT ini.
Selesai pelepasan jenazah secara kedinasan, prosesi pemakaman dilaksanakan di Dusun Parit Lintang, Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong.
Turut hadir, Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023 Ria Norsan, Kakanwil Kemenag Kalbar, sejumlah pejabat kabupaten/kota di Kalbar, jajaran Forkorpimda, jajaran Pemkab Mempawah, pimpinan intansi vertikal, alim ulama, para tokoh lintas etnis dan agama, kepala desa, hingga masyarakat dari seluruh penjuru Kabupaten Mempawah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






