Wali Kota Pontianak: Tanggung Jawab Bersama Tekan Angka Penularan HIV/AIDS
Pontianak (Suara Kalbar) – Sebanyak 37 finalis Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan audiensi dengan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Finalis terdiri dari 20 putri dan 17 putra yang berasal dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Mereka akan menjalani penilaian oleh tim juri, dan pemilihan Duta HIV/AIDS akan diselenggarakan pada peringatan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2023 mendatang.
Edi Rusdi Kamtono berharap para finalis dapat memainkan peran penting dalam mensosialisasikan, mengkampanyekan, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mengedukasi generasi muda tentang pencegahan penularan HIV/AIDS. Duta ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS, termasuk pencegahan, pengujian, dan akses ke perawatan.
“Melalui aktivitas dan kampanye kesadaran sosial yang inovatif, Duta HIV/AIDS akan bekerja untuk menghilangkan stigma dan mengedukasi masyarakat secara luas tentang realitas penyakit ini,” kata Edi Rusdi Kamtono dalam keterangan yang diterima, Jumat(10/11/2023).
Pemilihan Duta HIV/AIDS ini memiliki tujuan utama untuk mengedukasi generasi muda dalam mencegah penularan HIV/AIDS, terutama melalui perubahan perilaku yang dapat menjadi penyebab penularan. Wali Kota Pontianak menekankan tanggung jawab bersama untuk menekan angka penularan HIV/AIDS seminimal mungkin di Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak, bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pontianak, terus melakukan sosialisasi untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran, mengatasi stigma terhadap HIV/AIDS, serta melindungi dan meningkatkan kesejahteraan komunitas yang terkena dampak.
“Kita berkomitmen untuk membuat perubahan yang nyata dalam penanggulangan HIV/AIDS,” ungkap Edi Rusdi Kamtono.
Salah seorang finalis, Gusti Ferdiansyah Kusumarani, menyampaikan bahwa selama mengikuti seleksi Duta HIV/AIDS, ia memperoleh banyak ilmu. Selain memperluas jaringan dengan sesama peserta, ia juga mendapatkan berbagai pengetahuan dari mentor dan instansi terkait.
“Selama tahapan seleksi, kami dibekali banyak ilmu, menjalani serangkaian tes, dan penilaian untuk bisa terpilih sebagai finalis hingga nanti pemilihan Duta HIV/AIDS mendatang,” kata Ferdiansyah.
Baginya, peran Duta HIV/AIDS adalah menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengkampanyekan pencegahan penyebaran virus HIV.
“Tentunya kami akan menambah program kerja dari duta-duta HIV/AIDS sebelumnya dan mengeksekusi program kerja untuk selanjutnya,” tambahnya.






