SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti Gagalkan Sabu 10 Kg di Perbatasan

Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti Gagalkan Sabu 10 Kg di Perbatasan

Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief Beserta Pelaku Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu Seberat 10kg (SUARAKALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar

Pontianak (Suara Kalbar) – Satgas Pamtas Yonarmed 10/Bradjamusti kembali menggagalkan penyelundupan sabu 10 kilogram yang dibawa RD, pelaku yang berasal dari Bima Nusa Tenggara Barat saat mencoba melewati perbatasan yaitu jalur tidak resmi di wilayah Desa Enteli, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang pada Minggu (5/11/2023) sekitar pukul 04.15 WIB.

Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief mengatakan tak ada tawar menawar dengan narkoba ini, pihaknya siap untuk berperang melawan siapapun yang ingin mencoba memasukkanya ke Indonesia khususnya Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, berkat doa dan kerja keras teman-teman di wilayah perbatasan, kali ini TNI kembali berhasil mengagalkan pemyelundupan Narkoba jenis sabu seberat 10 Kilogram, jika ada kembali kita akan hantam semuanya, tidak ada tawar menawar soal narkoba,” ujar Brigjen TNI Luqman Arief.

Luqman juga mengatakan sudah lima kali berturut-turut pengagalan penyelundupan narkoba ini terjadi, menurutnya ini sudah bukan bandar perorangan lagi, namum bisa disebut sebagai kartel.

“Setelah lima kali penangakapan ini terjadi , kemungkinan yang kita lawan ini sudah bukan bandar biasa, melainkan Kertel, tetapi kami tidak gentar sedikitpun, silahkan saja, kami siap untuk melawan,” tutupnya.

Mayor Arm Ady Kurniawan mengatakan keberhasilan penggagalan sabu ini berkat informasi dari masyarakat yg selama ini sudah menjadi mitra pasukan Pamtas, kemudian di tindaklanjuti dengan melakukan patroli.

“Pasintel Satgat saya mendapatkan info dari masyarakat, kemudian saya tindak lanjuti dengan melakukan partoli, dan akhirnya kami berhasil menangkap 1 orang pelaku dengan membawa ransel dengan barang bukti Narkotika jenis Sabu sebanyak 10 paket,” paparnya.

Ady juga menyebutkan, sebelum dilakukanya penangkapan terhadap pelaku, RD sempat melakukan perlawanan kepada petugas patroli sehingga, diambil langkah untuk menjatuhkan pelaku dengan cara memiting/mengepit leher pelaku.

“Ada sedikit perlawanan, tetapi itu tidak berarti apa apa untuk petugas, kemudian petugas harus mengambil langkah untuk menjatuhkan dan berhasil di amankan,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan