Pemkab Sanggau Persiapkan Cadangan Beras Hadapi Musim Hujan
Sanggau (Suara Kalbar) –Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau Kubin mengatakan berdasarkan ramalan BKMG dan memasuki Desember 2023 wilayah Kalbar termasuk di Kabupaten Sanggau mulai masuk ke musim banyak hujan atau la Nina yang artinya mulai meninggalkan musim kurang hujan atau El Nino.
“Peralihan musim ini ada untung dan ruginya bagi petani. ketika usaha tani memerlukan banyak air maka disini untungnya. Kemudian bagi masyarakat tani atau para petani yang memerlukan kurang air, justru itu ruginya,”ujar Kubin, Rabu (29/11/2023).
Dimusim banyak hujan lanjut Kubinjuga cenderung mempengaruhi tanaman yang terkena serangan jamur dan bakteri yang agak tinggi, karena ada bakteri yang tumbuh subur ketika musim hujan banyak, juga berdampak jika petani memupuk tanamannya.
“Misalnya ketika pagi nya menghamburkan pupuk urea atau NPK, lalu setelah itu hujan maka akan terbawa air hujan maka petani akan terlambat dalam pemberian pupuk jika musim hujan dan harus pandai-pandai memantau cuaca dalam memberi pupuk tanamannya,” katanya.
Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari petugas di lapangan terkait adanya hama yang menyerang padi, jagung dan sayuran lain. Dan mudah-mudahan tak ada kejadian tanaman yang terkena hama. Oleh karenanya, Kubin mengingatkan kepada petugas di lapangan, pengurus kelompok tani, para petani untuk antisipasi.
“Misalnya ketika memasuki musim la Nina, antisipasi serangan tikus dan diharapkan para petani untuk cepat mengatasinya dengan melapangkan sekitar persawahan mereka dengan ditebas supaya tidak menjadi sarang tikus,”ujar Kubin.
Selain itu Kubin mengingatkan kepada petani, jika ada serangan hama agar berkoordinasi dengan petugas penyuluh di lapangan, nanti baru mereka yang akan menilai apakah perlu pengendalian terhadap serangan hama penyakit tersebut.
“Ketika masih cukup dengan tindakan preventif dari masyarakat tani, silahkan mereka lakukan dengan cepat. Karena kita harapkan jangan sampai terjadi penurunan produksi sebagai dampak serangan hama yang berlebihan. Tapi jika penyerangan sudah diambang batas maka pengendalian secara kimia perlu dilakukan,”paparnya.
Kubin juga menyampaikan dalam rangka mengantisifasi kejadiaan diatas atau mengalami Fuso, Pemkab Sanggau melalui DKPTPH telah menyediakan cadangan beras daerah.
“Juga kalau terjadi banjir yang luar biasa yang menyebabkan kerusakan tanaman padi diharapkan agar segera melapor kepada kita. Pemkab Sanggau juga sudah menyediakan yang namanya cadangan beras daerah, jika lahan petani terjadi Fuso,” jelasnya.
Mekanismenya, kata Kubin nantinya lahan yang mengalami Fuso akan diukur dan dinilai, maka kewajiban Pemda Sanggau untuk membantu petani tersebut dengan beras cadangan daerah dan dalam surat keputusan Bupati ada kriteria-kriteria dalam memberikan bantuan.
“Misalnya kalau terjadi fuso sekian luas maka dibantu sekian. Sampai hari ini cadangan beras daerah terpenuhi 100 persen dari target yang ada. Saat ini ada 140 ton tahun depan ada lagi pengadaan sehingga kita bisa 180 ton,” jelasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






